Beranda›Palangka Raya
Palangka Raya

Kebakaran Rumah di Menteng, Ungkap Krisis Hidran di Permukiman Padat

Sebuah rumah kayu musnah terbakar saat ditinggal pergi, memicu tuntutan penyediaan fasilitas pemadam darurat di kawasan permukiman padat penduduk.

Kondisi sisa bangunan kayu di Kelurahan Menteng, Palangka Raya, yang ludes terbakar pada Sabtu siang, menuntut pentingnya ketersediaan alat pemadam mandiri di tingkat lingkungan.

RINGKASAN

  • Rumah kayu di Jalan Sisingamangaraja VI, Kelurahan Menteng, ludes terbakar pada Sabtu siang (3/10/2026) saat keadaan kosong.
  • Warga sekitar sempat panik dan tidak mampu menjinakkan api akibat ketiadaan hidran darurat dan alat pemadam mandiri di lingkungan.
  • DPKP Kota Palangka Raya berhasil mencegah api merambat ke bangunan tetangga dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Kondisi sisa bangunan kayu di Kelurahan Menteng, Palangka Raya, yang ludes terbakar pada Sabtu siang, menuntut pentingnya ketersediaan alat pemadam mandiri di tingkat lingkungan. (Mitra Tama/lingkarkalteng.com/CC0)

Sebuah rumah berkonstruksi kayu di Jalan Sisingamangaraja VI, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, ludes dilalap si jago merah pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Kebakaran tersebut terjadi pada siang hari saat rumah sedang ditinggal pergi oleh penghuninya, memicu kepanikan luas karena bangunan berada tepat di area permukiman padat.

Ketiadaan fasilitas pemadam mandiri di rukun tetangga setempat membuat warga kesulitan memadamkan api.

Hendra, tetangga yang rumahnya berbatasan langsung dengan lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa kobaran membesar dengan sangat cepat dan gagal dikendalikan menggunakan peralatan seadanya.

“Kami hanya bisa menyiram pakai ember dan selang air kecil, tapi apinya terlalu besar melahap kayu kering, membuat kami sangat takut api menjalar ke rumah sebelahnya,” terangnya.

Insiden ini memperlihatkan betapa rentannya permukiman padat di Palangka Raya terhadap bencana kebakaran. Hendra menyoroti ketiadaan infrastruktur keselamatan darurat di lingkungan tersebut yang sangat vital sebagai pertahanan pertama.

“Lingkungan kami tidak punya hidran air atau tabung pemadam ringan tingkat RT yang siaga, jadi kalau ada kejadian seperti ini kami hanya bisa pasrah menunggu armada pemadam tiba,” ujar Hendra.

Merespons panggilan darurat, tim pemadam gabungan berhasil memblokade pergerakan api sehingga kerugian tidak merembet ke bangunan permanen di sebelahnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya, Gloriana Aden, memastikan tidak ada korban jiwa karena bangunan dalam keadaan kosong.

“Tim kami segera melokalisasi kobaran api dari tiga titik masuk utama agar lidah api tidak merambat ke rumah-rumah permanen yang saling berdempetan,” ungkapnya.

Pihak otoritas turut memperingatkan masyarakat agar tidak abai terhadap potensi pemicu kebakaran, mengingat sebagian besar insiden berawal dari kelalaian saat meninggalkan rumah.

“Kami mengimbau warga agar selalu mencabut colokan listrik yang tidak terpakai dan memeriksa sumber api sebelum keluar, apalagi pada bangunan tua berkonstruksi kayu yang sangat mudah terbakar,” pintanya.

Saat ini, sisa puing bangunan telah dipasangi garis polisi untuk memungkinkan pihak berwenang menyelidiki penyebab pasti munculnya percikan api tersebut.


Sumber: Observasi warga sekitar lokasi; Tim Reaksi Cepat Pemadam Kebakaran Palangka Raya; data dari lapangan.

Berita Terkait