Bayangkan pantai dengan garis pasir terbuka, deretan cemara di belakangnya, laut di depan mata, lalu sebuah tempat penetasan telur penyu tidak jauh dari tempat Anda menikmati liburan.
Itulah Pantai Seribu Cemara di Desa Sungai Bakau, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan.
Bagi wisatawan dari Kuala Pembuang, perjalanan ke sana relatif mudah. Pantai ini berada sekitar 11 kilometer dari Kuala Pembuang melalui jalan darat, sehingga cocok untuk perjalanan singkat tanpa harus menyiapkan ekspedisi berhari-hari. Data resmi Sisparnas mencatat destinasi ini mulai beroperasi pada 2019.
Daya tarik utamanya ada pada lanskap pesisir yang khas: hamparan pantai dan deretan cemara yang menjadi latar alami untuk bersantai, berjalan di tepi laut atau berburu foto. Kawasan Sungai Bakau sendiri memiliki bentang pesisir yang mempertemukan vegetasi, perairan dan garis pantai dalam satu lanskap.
Namun, yang membuat Seribu Cemara semakin menarik pada 2026 bukan hanya pemandangannya. Pada 27 Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Seruyan meresmikan fasilitas Penetasan Semi Alami (PSA) Telur Penyu di kawasan Pantai Seribu Cemara. Fasilitas ini dikembangkan untuk memperkuat perlindungan penyu sekaligus menghubungkan konservasi dengan wisata edukasi.
Artinya, wisatawan tidak hanya datang untuk melihat laut. Ada cerita tentang satwa pesisir yang sedang dijaga. Ada peluang untuk menjadikan perjalanan sebagai pengalaman belajar, terutama bagi keluarga yang membawa anak.
Yang bisa dilakukan
Seribu Cemara cocok untuk wisata keluarga, fotografi, bersantai di pantai, aktivitas air dan memancing. Data Sisparnas mencatat adanya pusat informasi, tempat ibadah, tiga toilet umum dan jalur evakuasi. Area parkir memiliki kapasitas sekitar 800 sepeda motor, 15 mobil dan dua bus.
Pemesanan dilakukan langsung di lokasi dan belum tersedia paket wisata resmi dalam data tersebut. Pembayaran dapat dilakukan secara tunai maupun melalui debit/transfer/QRIS/EDC.
Tiket dan jam buka
Untuk Pantai Seribu Cemara, data Sisparnas mencatat tiket Rp5.000 per orang. Jam operasional tercatat 10.00–16.00 WIB pada hari biasa dan 07.00–17.00 WIB pada Sabtu-Minggu.
Karena informasi destinasi dapat berubah, wisatawan tetap sebaiknya memastikan tarif dan jam operasional sebelum berangkat.
Kapan waktu terbaik?
Datang pagi bila ingin suasana lebih sepi dan cahaya fotografi yang lembut. Datang menjelang sore bila ingin menikmati warna langit dan suasana pantai yang lebih nyaman.
Untuk perjalanan keluarga, akhir pekan menawarkan jam buka lebih panjang. Namun, wisatawan yang menginginkan ketenangan sebaiknya mempertimbangkan hari biasa.
Perhatikan ini
Fasilitas wisata sudah tersedia, tetapi data resmi menunjukkan belum ada asuransi pengunjung dan belum tersedia toilet khusus bagi penyandang disabilitas serta lansia. Paket wisata juga belum tercatat tersedia.
Karena Seribu Cemara sedang dikembangkan dengan pendekatan konservasi, pengunjung juga sebaiknya tidak mengambil telur penyu, mengganggu satwa, membuang sampah sembarangan atau membawa aktivitas wisata terlalu dekat ke area konservasi.
Seribu Cemara mungkin belum sebesar destinasi wisata populer di Kalimantan Tengah. Justru di situlah daya tariknya.
Anda mendapatkan pantai, cemara, ruang terbuka dan laut. Tetapi, juga bisa melihat sebuah desa pesisir mulai membangun masa depan wisatanya dari sesuatu yang lebih penting daripada gazebo dan spot foto. Alam yang masih ingin dipertahankan.
INFO CEPAT
Lokasi: Desa Sungai Bakau, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan.
Jarak: sekitar 11 km dari Kuala Pembuang.
Tiket: Rp5.000/orang.
Jam: 10.00–16.00 WIB hari biasa; 07.00–17.00 WIB akhir pekan.
Parkir: 800 motor, 15 mobil, 2 bus.
Fasilitas: toilet, tempat ibadah, pusat informasi, jalur evakuasi.
Aktivitas: wisata pantai, aktivitas air, memancing, fotografi.
Daya tarik khusus: penetasan semi alami telur penyu.
Pemesanan: langsung di lokasi.
Catatan: cek informasi terbaru sebelum berangkat.







