Tekanan terhadap ketersediaan air bersih di Kabupaten Katingan masih terlihat hingga, Jumat (18/9/2026). Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan 2.400 liter air bersih ke dua kelurahan di Kecamatan Katingan Hilir, masing-masing 1.200 liter untuk Kelurahan Kasongan Baru dan 1.200 liter untuk Kelurahan Kasongan Lama.
Distribusi tersebut ditujukan untuk melayani sekitar 160 kepala keluarga, terdiri dari 50 KK di Kasongan Baru dan 110 KK di Kasongan Lama.
Distribusi Katingan merupakan bagian dari penyaluran 115.100 liter air bersih ke 10 kabupaten pada hari yang sama. Secara kumulatif, volume bantuan yang telah disalurkan Pemprov Kalteng mencapai 1.859.450 liter. Pemerintah provinsi menyatakan distribusi masih berlangsung karena sejumlah wilayah mengalami keterbatasan sumber air akibat kemarau.
Kondisi itu sejalan dengan laporan Pemerintah Kabupaten Katingan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Katingan, Yobie Sandra, menyebut curah hujan mulai rendah sejak Juli dan semakin rendah pada Agustus hingga September.
“Curah hujan pada Juli sudah mulai rendah dan pada Agustus sampai September kondisinya sangat rendah,” katanya.
Kekeringan bukan isu baru dalam rangkaian distribusi tersebut. Baru-baru ini, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran menyatakan pemerintah tidak hanya menangani karhutla, tetapi juga dampak kemarau terhadap kebutuhan air masyarakat.
“Termasuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak,” ujar Agustiar.
Beberapa hari kemudian, saat memantau penyaluran bantuan pada 8 September 2026, Agustiar kembali menegaskan langkah pemerintah pada pemenuhan air bersih.
“Kami juga membantu pemenuhan ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak,” tegasnya.
Rangkaian data tersebut menunjukkan distribusi air di Katingan merupakan bagian dari respon yang masih berjalan, bukan distribusi yang sudah dinyatakan selesai. Data resmi juga belum menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak telah sepenuhnya kembali normal. (aya/*)








