Beranda›Tokoh
Tokoh

Hausman Baboe: Pena yang Menyalakan Kesadaran di Kalimantan Tengah

Foto: Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah

RINGKASAN

  • Pada awal abad ke-20, ketika pers di Borneo masih berkembang dan ruang publik berada di bawah kuatnya pengaruh kolonial, muncul Hausman Baboe, putra Dayak Ngaju kelahiran Kuala Kapuas
  • Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kemudian mengenang jasanya sebagai perintis pers; namanya juga diabadikan menjadi nama jalan di Palangka Raya.
  • Kajian Kementerian Pendidikan juga menempatkan pers sebagai sarana Hausman membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan dan martabat.
Foto: Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah

Pada awal abad ke-20, ketika pers di Borneo masih berkembang dan ruang publik berada di bawah kuatnya pengaruh kolonial, muncul Hausman Baboe, putra Dayak Ngaju kelahiran Kuala Kapuas yang kemudian dikenal sebagai salah satu perintis pers di Kalimantan Tengah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencatat ia lahir pada 1881 dan aktif dalam jurnalistik sejak 1905. Kajian sejarah lainnya mencatat karier jurnalistiknya setidaknya sejak 1914, menunjukkan adanya perbedaan kronologi dalam sumber. (mmckalteng)

Hausman berasal dari keluarga Dayak Ngaju dan mendapat pendidikan di lingkungan misi Kuala Kapuas. Setelah itu ia memasuki dunia jurnalistik sebelum bekerja dalam pemerintahan kolonial. Ia pernah menjadi kepala distrik Kuala Kapuas, tetapi aktivitas politik dan hubungannya dengan gerakan masyarakat membuat posisinya berhadapan dengan pemerintah kolonial. Pada 1922 ia diberhentikan dari jabatan tersebut. (ResearchGate)

Pers kemudian menjadi salah satu jalan penting perjuangannya. Hausman terlibat dalam sejumlah penerbitan, termasuk Sinar Borneo, Pengharapan, dan Barita Bahalap. Pada 1 Oktober 1926, ia mendirikan Soeara Borneo di Banjarmasin. Surat kabar itu tidak sekadar menyampaikan berita, tetapi menjadi ruang bagi gagasan tentang pendidikan, persatuan, identitas masyarakat Borneo, dan kehidupan politik. Kajian Kementerian Pendidikan juga menempatkan pers sebagai sarana Hausman membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan dan martabat. (mmckalteng)

Hausman juga dikaitkan dengan Borpena, Borneosche Pers en Nieuws Agentschap, yang kemudian berubah menjadi Kalpena. Sumber sejarah lokal menyebutnya sebagai salah satu eksperimen awal penting pembentukan jaringan kantor berita pribumi di Borneo. Namun predikat “kantor berita pertama” perlu dibaca sebagai klaim historiografis dari sumber tertentu, bukan sebagai fakta yang tidak memiliki perbedaan penafsiran. (Jurnal Toddoppuli)

Perjuangannya tidak berhenti pada pers. Hausman terlibat dalam pembentukan Pakat Dayak, sebuah organisasi yang mendorong persatuan dan kemajuan masyarakat Dayak. Gagasan mengenai pendidikan, organisasi, dan keterwakilan masyarakat menjadi bagian penting dari pemikirannya. Karena itu, sejarah menempatkannya bukan hanya sebagai wartawan, tetapi juga sebagai tokoh pergerakan masyarakat Dayak pada masa pergerakan nasional. (Kemendikdasmen Repository)

Pada Agustus 1943, Hausman ditangkap oleh polisi militer Jepang di Kuala Kapuas. Pada 20 Desember 1943, ia dibunuh bersama ratusan tahanan lainnya. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kemudian mengenang jasanya sebagai perintis pers; namanya juga diabadikan menjadi nama jalan di Palangka Raya. (mmckalteng)

Warisan Hausman Baboe bukan hanya lembaran surat kabar yang telah lama menguning. Ia adalah bagian dari sejarah ketika masyarakat Kalimantan mulai membangun kemampuan untuk menulis dirinya sendiri. Mengubah pers dari sekadar alat penyampai berita menjadi ruang pengetahuan, organisasi, dan kesadaran.


Daftar Pustaka

Nurcahyani, Lisyawati, Juniar Purba, dan Yusri Darmadi. 2019. Gagasan Persatuan Etnis Dayak Masa Pergerakan Nasional dan Pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah (1905–1960). Pontianak: Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan Barat. (Kemendikdasmen Repository)

van Klinken, Gerry. “Dayak Ethnogenesis and Conservative Politics in Indonesia’s Outer Islands.” Kajian tentang Hausmann Baboe dan perkembangan kesadaran politik Dayak. (ResearchGate)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Multimedia Center. 2018. “Hausmann Baboe, Perintis Pers Kalimantan asal Kalteng.” (mmckalteng)

Mahin, Marko. 2006. Hausmann Baboe: Tokoh Pergerakan Rakyat Dayak yang Terlupakan. Jakarta: Keluarga Besar Hausmann Baboe. (Suarapakat)

Berita Terkait