Green SM resmi meluncurkan layanan sepeda motor listrik di Jakarta, memperluas layanan mobilitas perusahaan dari kendaraan roda empat ke roda dua. Jakarta menjadi pasar internasional pertama Green SM untuk layanan motor listrik.
CEO Global Green SM, Pham Nhat Minh Hoang menyatakan, pengemudi mendapat fasilitas hingga lima kali penukaran baterai gratis setiap hari melalui jaringan V-Green, ketika menggunakan layanan menggunakan sepeda motor listrik VinFast Evo dan Feliz II.
Model tersebut membawa kendaraan listrik masuk lebih jauh ke layanan transportasi berbasis aplikasi. Penggunaan dalam kegiatan harian berarti persoalan ketersediaan baterai, waktu operasional dan jumlah permintaan menjadi bagian penting dari keberhasilan layanan.
Kami melihat penggunaan roda dua sangat dekat dengan kebutuhan mobilitas perkotaan sehingga layanan motor listrik menjadi langkah berikutnya dalam pengembangan transportasi di Indonesia,” ujar Pham Nhat Minh Hoang. Jumat, (18/9/2029).
Selain kendaraan, perusahaan menyiapkan sistem penukaran baterai untuk mendukung operasional pengemudi. Infrastruktur tersebut penting karena kendaraan transportasi komersial digunakan dengan intensitas lebih tinggi dibanding kendaraan pribadi.
“Bagi pengemudi, kepastian akses energi sama pentingnya dengan kendaraan. Karena itu, sistem penukaran baterai menjadi bagian utama dari operasional layanan,” jelasnya.
Dari sisi pengguna, faktor lain yang akan menentukan adalah tarif, waktu tunggu, cakupan area layanan dan kualitas pengemudi. Artinya, adopsi kendaraan listrik dalam transportasi umum tidak hanya bergantung pada teknologi kendaraannya.
Perspektif pengemudi perlu menjadi bagian dari evaluasi karena mereka yang bersentuhan langsung dengan biaya dan ritme operasional harian.
Salah satu mitra pengemudi Green SM, Andri Susena, mengatakan faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan utama dalam menjalankan layanan. Bagi pengemudi, penerapan motor listrik dalam layanan transportasi tidak hanya berkaitan dengan jenis kendaraan yang digunakan, tetapi juga menyangkut ritme kerja, biaya operasional, serta kepastian ketersediaan baterai selama bertugas.
“Yang paling penting bagi kami adalah jumlah perjalanan, biaya operasional dan kemudahan mendapatkan baterai sehingga waktu kerja tidak banyak terbuang,” katanya.
Ekspansi Green SM memperlihatkan bahwa kendaraan listrik mulai masuk ke model mobilitas berbasis aplikasi. Tahap berikutnya akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan memperluas armada, infrastruktur energi dan basis pengguna secara bersamaan. (bun/*)








