Perekonomian Kalimantan Tengah masih tumbuh positif, tetapi angka kemiskinan justru meningkat.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Kalimantan Tengah pada Triwulan II 2026 tumbuh 3,53 persen secara year-on-year (y-on-y) dibandingkan Triwulan II 2025. Pertumbuhan ini lebih rendah dibanding Triwulan I 2026 yang mencapai 3,79 persen.
Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada Triwulan II 2026 mencapai Rp64,7 triliun, sedangkan berdasarkan harga konstan 2010 mencapai Rp31,5 triliun.
Secara kumulatif, ekonomi Kalteng pada Semester I 2026 tumbuh 3,66 persen dibandingkan Semester I 2025.
Namun, pertumbuhan ekonomi tersebut berjalan beriringan dengan kenaikan angka kemiskinan.
BPS mencatat persentase penduduk miskin Kalteng pada Maret 2026 mencapai 5,09 persen, naik dari 4,94 persen pada September 2025.
Jumlah penduduk miskin mencapai 146,71 ribu orang. Di perkotaan, tingkat kemiskinan tercatat 4,86 persen, sedangkan di perdesaan lebih tinggi, yakni 5,27 persen.
BPS juga mencatat Garis Kemiskinan Maret 2026 sebesar Rp723.149 per kapita per bulan, naik 5,78 persen dibanding September 2025.
Jika dihitung berdasarkan rumah tangga miskin, rata-rata garis kemiskinan mencapai Rp3.485.578 per rumah tangga miskin per bulan, dengan rata-rata anggota rumah tangga miskin sebanyak 4,82 orang.
DATA KALTENG DALAM ANGKA

Ekonomi:
– Pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2026: 3,53 persen
– Pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2026: 3,79 persen
– Pertumbuhan Semester I 2026: 3,66 persen
– PDRB ADHB Triwulan II 2026: Rp64,7 triliun
– PDRB ADHK 2010: Rp31,5 triliun
Kemiskinan:
– Maret 2026: 5,09 persen
– Jumlah penduduk miskin: 146,71 ribu orang
– Perkotaan: 4,86 persen
– Perdesaan: 5,27 persen
– Garis kemiskinan: Rp723.149/kapita/bulan
– Garis kemiskinan rumah tangga miskin: Rp3.485.578/bulan
Ketimpangan:
– Gini Ratio Maret 2026: 0,278
– September 2025: 0,284
– Artinya, Gini Ratio turun 0,006 poin.
Ketenagakerjaan:
– TPT November 2025: 3,44 persen
– Angkatan kerja: 1,483 juta orang
– Penduduk bekerja: 1,432 juta orang.
Data tersebut menunjukkan wajah ekonomi Kalteng yang tidak sederhana: ekonomi tetap tumbuh, ketimpangan menurun, tetapi jumlah dan persentase penduduk miskin justru meningkat.
Karena itu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya perlu dilihat dari besarnya PDRB, tetapi juga dari seberapa jauh pertumbuhan tersebut berdampak terhadap pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Tengah, rilis 5 Agustus 2026.






