Kebakaran hutan dan lahan di jalur Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, terus meluas dan mulai mendekati Hutan Kemasyarakatan Masoraian, sementara sekitar 400 hektare lahan di kawasan tersebut telah terbakar.
Berdasarkan rekapitulasi pemerintah daerah, luas lahan yang terdampak karhutla di Kotawaringin Barat mencapai 2.141,430 hektare. Pada ruas jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, titik kebakaran masih ditangani dan luasan sekitar 400 hektare diperkirakan dapat bertambah.
“Perkembangan sebaran api yang masih meluas menjadi perhatian kita, terlebih kebakaran telah mendekati ke kawasan Hutan Kemasyarakatan Masoraian,” kata Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah. Sabtu, (19/9/2026).
Masoraian merupakan kawasan hutan negara yang menjadi bagian dari perhutanan sosial. Pemerintah daerah sebelumnya telah mengingatkan adanya titik yang perlu diwaspadai di sekitar kawasan tersebut dan penyangga Taman Nasional Tanjung Puting.
“Sebaran hotspot meluas, ada titik yang perlu diwaspadai, yaitu di daerah penyangga Tanjung Putting termasuk juga Kawasan Masoraian,” ujar Nurhidayah.
Penanganan kebakaran diperkuat dengan dukungan operasi udara. Helikopter water bombing diprioritaskan untuk lokasi yang sulit dijangkau dari darat, termasuk sejumlah kawasan yang memiliki medan berat.
“Operasi udara nantinya akan diprioritaskan pada lokasi-lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat, sehingga pemadaman dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif,” kata Nurhidayah.
Selain ancaman terhadap kawasan hutan, asap juga berdampak pada keselamatan pengguna jalan. Pada jalur KM 14 hingga KM 22, jarak pandang dilaporkan turun hingga sekitar dua meter sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
“Kita mendukung aparat penegak hukum untuk bertindak tegas jika ditemukan oknum masyarakat yang sengaja atau terindikasi membakar hutan dan lahan,” tegas Nurhidayah.
Pemadaman dan pendinginan masih berlangsung di sejumlah titik, sementara kondisi sebaran api terus dipantau. (mas/*)








