Beranda›Kesehatan
Kesehatan

10 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing di Palangka Raya

Proses bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.

RINGKASAN

  • Sebanyak 10 dari 17 pasien yang menjalani screening dinyatakan siap mengikuti operasi bibir sumbing dan langit-langit di RSUD dr.
  • “Bagi kami, kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit ini bukan sekadar tindakan medis, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap anak-anak dan keluarga yang membutuhkan.
  • Pelayanan tersebut diarahkan untuk memperluas akses kesehatan bagi anak-anak dengan celah bibir dan langit-langit, termasuk keluarga dari kabupaten dan wilayah yang relatif jauh dari pusat pelayanan kesehatan.
Proses bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. (Zafira Naya Adhisti/lingkarkalteng.com/CC0)

Sebanyak 10 dari 17 pasien yang menjalani screening dinyatakan siap mengikuti operasi bibir sumbing dan langit-langit di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya dalam bakti sosial kesehatan yang berlangsung 18–20 September 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi RSUD dr. Doris Sylvanus, TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah dan Yayasan Smile Train Indonesia.

Pelayanan tersebut diarahkan untuk memperluas akses kesehatan bagi anak-anak dengan celah bibir dan langit-langit, termasuk keluarga dari kabupaten dan wilayah yang relatif jauh dari pusat pelayanan kesehatan. Screening dilakukan sebelum tindakan untuk menentukan pasien yang siap menjalani operasi.

Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis, tetapi juga memberi kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh dukungan yang lebih luas.

“Kegiatan ini bukan semata-mata tindakan medis. Melalui kolaborasi ini, kita ingin menghadirkan harapan baru, membangun kepercayaan diri, dan memberikan kesempatan kepada anak-anak kita untuk tumbuh sehat serta menyongsong masa depan yang lebih baik,” ungkap Aisyah. Minggu (20/9/2026).

Menurut Aisyah, keterlibatan banyak unsur diperlukan agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau keluarga yang menghadapi keterbatasan akses.

“Pembangunan kesehatan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi masyarakat, lembaga sosial, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat agar manfaat pelayanan dapat dirasakan semakin luas,” tuturnya.

Aisyah meninjau langsung pelayanan dan berinteraksi dengan pasien serta keluarga peserta. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan tenaga medis dan tenaga kesehatan RSUD dr. Doris Sylvanus.

Sementara, Plt. Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, dr. Ferry Iriawan, menyebut kegiatan tersebut merupakan pelayanan yang sekaligus memberikan dukungan kepada anak dan keluarga.

“Bagi kami, kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit ini bukan sekadar tindakan medis, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap anak-anak dan keluarga yang membutuhkan. Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh sehat, percaya diri, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Ferry memastikan proses screening menjadi dasar penentuan pasien yang dapat menjalani tindakan. Dari 17 pasien yang diperiksa, 10 dinyatakan siap menjalani operasi.

“Dari 17 pasien yang mengikuti proses screening, sebanyak 10 pasien dinyatakan siap dan dapat menjalani tindakan operasi. Kami memahami bahwa di balik setiap pasien ada harapan besar dari keluarga untuk melihat anaknya dapat tersenyum dengan lebih percaya diri,” katanya.

Pelaksanaan operasi melibatkan dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik, dokter anestesi, perawat bedah, penata anestesi serta tim rawat inap RSUD dr. Doris Sylvanus. Pelayanan dijadwalkan berlangsung sampai 20 September 2026.

Ferry mengatakan kesinambungan kerja sama antara rumah sakit, pemerintah daerah, TP PKK dan Smile Train menjadi bagian penting untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Kami juga menyampaikan penghargaan kepada PKK Provinsi Kalimantan Tengah dan Smile Train Indonesia atas sinergi yang telah terjalin. Kolaborasi seperti ini sangat berarti, karena pelayanan kesehatan bukan hanya tentang menyembuhkan, tetapi juga tentang menghadirkan harapan dan mengembalikan kepercayaan diri pasien,” tambahnya.


Sumber: RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya; TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah; Yayasan Smile Train Indonesia.

Berita Terkait