Beranda›Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah

Sungai Surut, Distribusi Bantuan Pangan ke Katingan dan Gumas Melambat

Bantuan pangan diangkut melalui jalur sungai untuk menjangkau warga di beberapa wilayah Kalimantan Tengah.

RINGKASAN

  • Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah memprioritaskan daerah terpencil dalam penyaluran bantuan pangan Presiden setelah kemarau membuat sejumlah sungai menyusut bahkan tidak dapat dilalui.
  • “Pemerintah daerah akan membantu koordinasi akses agar distribusi bantuan pangan tetap berjalan meski kondisi transportasi mengalami kendala,” tandasnya.
  • Jumlah penerima bantuan pangan di Kalimantan Tengah kini sekitar 212 ribu orang, meningkat dari sekitar 207 ribu penerima sebelumnya.
Bantuan pangan diangkut melalui jalur sungai untuk menjangkau warga di beberapa wilayah Kalimantan Tengah. (Mitra Tama/lingkarkalteng.com/CC0)

Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah memprioritaskan daerah terpencil dalam penyaluran bantuan pangan Presiden setelah kemarau membuat sejumlah sungai menyusut bahkan tidak dapat dilalui.

Wilayah di Kabupaten Katingan dan Gunung Mas termasuk daerah yang menghadapi kendala distribusi. Jalur sungai yang biasanya digunakan untuk mengangkut beras dengan kapal klotok atau perahu tidak lagi dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Yang biasanya kami salurkan menggunakan klotok atau perahu, sekarang ada sungai yang kering. Jadi memang perlu upaya lebih dan membutuhkan waktu yang lebih lama,” kata Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng Erwin Budiana. Senin (21/9/2026).

Bulog kemudian menggunakan moda transportasi alternatif. Di wilayah yang sungainya benar-benar kering, bantuan diangkut dengan kendaraan roda dua secara bertahap. Pada sungai yang masih memiliki sedikit aliran, pengiriman tetap dilakukan menggunakan perahu dengan kapasitas lebih kecil.

“Kalau biasanya satu sampai dua ton bisa dibawa dengan klotok, sekarang paling hanya 100 sampai 200 kilogram. Jadi harus bolak-balik dan waktunya lebih lama,” ujar Erwin.

Jumlah penerima bantuan pangan di Kalimantan Tengah kini sekitar 212 ribu orang, meningkat dari sekitar 207 ribu penerima sebelumnya. Setiap penerima memperoleh beras medium 10 kilogram per bulan. Untuk penyaluran Juli, Agustus, dan September, masing-masing penerima mendapatkan total 30 kilogram.

“Wilayah dengan hambatan geografis harus mendapatkan prioritas karena keterlambatan distribusi dapat langsung memengaruhi penerima bantuan,” ujarnya.

Data penerima menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi dasar penyaluran melalui Badan Pangan Nasional.

“Pemerintah daerah akan membantu koordinasi akses agar distribusi bantuan pangan tetap berjalan meski kondisi transportasi mengalami kendala,” tandasnya.

Bulog menargetkan seluruh bantuan pangan di Kalteng tetap tersalurkan 100 persen hingga akhir September 2026.  Target tersebut kini bergantung bukan hanya pada ketersediaan beras, tetapi juga kemampuan menjangkau warga yang akses transportasinya sedang terganggu.

Berita Terkait