Pesisir Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, menjadi salah satu lokasi ditemukannya korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Dua jasad ditemukan dalam kondisi terdampar di pesisir Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, pada Senin (21/9/2026). Keduanya diduga kuat merupakan penumpang KM Virgo Transport 8 yang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Jasad pertama ditemukan di wilayah pesisir antara Sungai Tulis dan Sungai Gantingan. Tidak lama setelah itu, tim kembali menemukan jasad pria di Pantai Gantingan, Desa Sungai Perlu.
Kedua jasad ditemukan masih mengenakan jaket pelampung. Pada pelampung tersebut terdapat tulisan nama KM Virgo Transport 8 sehingga tim SAR mengaitkan kedua temuan tersebut dengan kapal yang tenggelam di Laut Jawa.
“Kalau dari life jacket yang digunakan, kita pastikan bahwa itu memang penumpang dari KM Virgo Transport 8 karena terdapat tulisan nama kapal tersebut,” kata Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin sekaligus Search and Rescue Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana.
Meski keterkaitan dengan KM Virgo Transport 8 telah dipastikan melalui jaket pelampung, identitas personal kedua korban masih menunggu proses Disaster Victim Identification (DVI). Karena itu, jasad tersebut belum dapat dipastikan terkait dengan nama tertentu dalam manifes kapal.
Dari Seruyan, kedua jasad kemudian dievakuasi melalui Kuala Pembuang dan Palangka Raya sebelum dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin untuk proses penanganan dan identifikasi lebih lanjut.
Penemuan di pesisir Seruyan menjadi bagian dari perkembangan pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang masih berlangsung hingga Selasa (22/9/2026).
Pada hari ke-10 operasi, tim penyelam gabungan kembali menemukan tiga jasad di dalam badan kapal yang tenggelam di perairan Masalembo. Ketiganya ditemukan oleh unsur Basarnas Special Group (BSG), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), dan PT Jasalindo, kemudian dievakuasi ke Kapal Negara (KN) SAR Pacitan.
I Putu mengatakan KRI Nala dari Pangkoarmada II Surabaya juga kembali bergabung dalam operasi pada Selasa pagi dengan membawa 22 penyelam.
Dengan tambahan tersebut, kekuatan penyelam di lokasi pencarian mencapai 34 orang, terdiri atas 22 penyelam TNI AL dan 12 penyelam Basarnas.
Penyelaman masih dipusatkan pada badan kapal karena sebagian korban diduga berada di dalam bangkai kapal. Kondisi arus bawah laut menjadi salah satu kendala utama karena penyelaman hanya dapat dilakukan ketika arus dan gelombang berada dalam kondisi yang memungkinkan.
“Saat arus bawah laut teduh, gelombang mulai kecil, waktu itulah yang dimanfaatkan oleh tim penyelam untuk segera melaksanakan penyelaman, dan itu waktunya tidak berlangsung lama,” ujar Putu.
Dengan penemuan terbaru tersebut, Basarnas mencatat 126 orang telah ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8. Sebanyak 108 orang ditemukan selamat, sedangkan 18 orang telah ditemukan meninggal dunia. Sebanyak 117 orang lainnya masih dalam pencarian.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada 12 September 2026 dan hilang kontak pada 13 September sekitar pukul 02.00 WITA. Kapal kemudian ditemukan dalam kondisi terbalik dan tenggelam di perairan Masalembo.
Pencarian terus dilakukan, baik di sekitar bangkai kapal maupun di wilayah perairan yang menjadi jalur kemungkinan terbawanya korban arus laut, termasuk hingga pesisir Seruyan.
Sumber: Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas); Kantor SAR Kelas A Banjarmasin; Posko SAR gabungan; data manifes KM Virgo Transport 8; Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan; informasi lapangan tim SAR di Seruyan.







