Beranda›Kotawaringin Barat
Kotawaringin Barat

Jasad Diduga Penumpang KM Virgo Transport 8  Ditemukan di Kumai

Jenazah yang ditemukan terapung di perairan Tanjung Api-Api, Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, dievakuasi tim SAR gabungan.

RINGKASAN

  • Tim SAR gabungan mengevakuasi sesosok jenazah dari perairan Tanjung Api-Api, Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa, 22 September 2026 malam, tetapi identitas serta keterkaitannya dengan musibah KM Virgo Transport
  • Pembaruan operasi SAR pada Rabu, 23 September 2026 pukul 09.00 WIB mencatat 127 orang telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan 19 orang meninggal dunia, sementara 116
  • Ia menjelaskan, hasil identifikasi menjadi dasar untuk memastikan apakah jenazah yang ditemukan di perairan Kumai berkaitan dengan kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Jenazah yang ditemukan terapung di perairan Tanjung Api-Api, Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, dievakuasi tim SAR gabungan. (Suhud Mas’ud/lingkarkalteng.com/CC0)

Tim SAR gabungan mengevakuasi sesosok jenazah dari perairan Tanjung Api-Api, Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa, 22 September 2026 malam, tetapi identitas serta keterkaitannya dengan musibah KM Virgo Transport 8 masih menunggu pemeriksaan forensik.

Jenazah pertama kali ditemukan nelayan sekitar pukul 15.56 WIB ketika berada di perairan Kumai. Laporan itu kemudian diteruskan kepada Basarnas Pangkalan Bun untuk ditindaklanjuti oleh tim gabungan.

Komandan Lanal Kumai Mayor Laut (P) Wahyu Setyadi membenarkan adanya temuan tersebut. Ia mengatakan petugas bergerak setelah menerima laporan dari nelayan.

“Nelayan yang sedang melaut telah menemukan mayat terapung di sekitar perairan Kumai,” kata Wahyu. Rabu (23/9/2026).

Tim gabungan yang terlibat antara lain unsur Basarnas Pangkalan Bun, TNI AL, Polairud, KSOP Kumai, Polsek Kumai dan unsur terkait lainnya. Evakuasi dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dan tim tiba di Dermaga Kumai sekitar pukul 20.30 WIB.

Kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan dan tidak ditemukan identitas diri. Jenazah selanjutnya dibawa untuk pemeriksaan dan identifikasi di RS Bhayangkara Banjarmasin. Sampai tahap tersebut, belum ada kepastian bahwa korban merupakan bagian dari penumpang kapal yang tenggelam.

“Identitas jenazah masih harus dipastikan melalui pemeriksaan forensik. Keterkaitannya dengan kecelakaan kapal juga belum dapat dinyatakan sebelum proses identifikasi selesai,” ujarnya.

Operasi pencarian KM Virgo Transport 8 sendiri masih berlangsung. Pembaruan operasi SAR pada Rabu, 23 September 2026 pukul 09.00 WIB mencatat 127 orang telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan 19 orang meninggal dunia, sementara 116 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang dalam manifes.

Kepala Basarnas M. Syafii menegaskan pencarian tetap dilakukan dengan mengerahkan kekuatan yang tersedia, termasuk menindaklanjuti setiap informasi dari lapangan.

“Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban. Setiap informasi dan temuan di lapangan akan kami tindak lanjuti, karena bagi keluarga, setiap korban yang ditemukan adalah harapan untuk mendapatkan kepastian,” ujar Syafii.

Ia menjelaskan, hasil identifikasi menjadi dasar untuk memastikan apakah jenazah yang ditemukan di perairan Kumai berkaitan dengan kecelakaan KM Virgo Transport 8. Pemeriksaan jenazah menjadi langkah berikutnya untuk memastikan identitas dan hubungan korban dengan kecelakaan tersebut.


Sumber: Basarnas; Lanal Kumai; RS Bhayangkara Banjarmasin; data operasi SAR KM Virgo Transport 8.

Berita Terkait