Beranda›OSINT
OSINT

Data Posko dan Citra Satelit Catat Luasan Karhutla Berbeda

Peta dan pemantauan titik panas karhutla Kalimantan Tengah dari sistem pemantauan kebakaran.

RINGKASAN

  • Pemerintah Provinsi Kalteng menyebut data Posko PDB Karhutla hingga 10 September 2026 mencatat lebih dari 107 ribu hotspot, 2.819 kejadian karhutla, dan lebih dari 9.200 hektare luas terbakar
  • “Berdasarkan data Posko PDB Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah per 10 September 2026, tercatat lebih dari 107 ribu hotspot,” kata Agustiar.
  • Namun, analisis citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS oleh Kementerian Kehutanan menghasilkan angka berbeda untuk luasan area terbakar, yakni sekitar 7.634 hektare.
Peta dan pemantauan titik panas karhutla Kalimantan Tengah dari sistem pemantauan kebakaran. (Litbang Lingkar Kalteng/lingkarkalteng.com/CC0)

Angka kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah perlu dibaca berdasarkan sumber dan metodologi pengukurannya. Pemerintah Provinsi Kalteng menyebut data Posko PDB Karhutla hingga 10 September 2026 mencatat lebih dari 107 ribu hotspot, 2.819 kejadian karhutla, dan lebih dari 9.200 hektare luas terbakar yang ditangani.

Namun, analisis citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS oleh Kementerian Kehutanan menghasilkan angka berbeda untuk luasan area terbakar, yakni sekitar 7.634 hektare.

Perbedaan tersebut tidak otomatis menunjukkan salah satu data keliru. Hotspot merupakan indikasi titik panas berdasarkan penginderaan jauh, sedangkan luas terbakar merupakan parameter yang menggunakan metode analisis berbeda.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan perbedaan hasil pendataan memang menjadi bagian dari evaluasi penanganan karhutla.

“Berdasarkan data Posko PDB Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah per 10 September 2026, tercatat lebih dari 107 ribu hotspot,” kata Agustiar.

Ia menyebut penanganan karhutla melibatkan sekitar 10.700 personel dari berbagai unsur.

Sementara data yang dikutip dalam laporan evaluasi menunjukkan Kotawaringin Timur memiliki 20.961 hotspot, Kapuas 18.425 dan Palangka Raya 15.628. Untuk kejadian karhutla, Palangka Raya tercatat 581 kejadian, Kotawaringin Timur 550 dan Seruyan 316.

Perbedaan angka karena perbedaan sumber data perlu dijelaskan ketika angka karhutla digunakan sebagai dasar kebijakan, evaluasi maupun pemberitaan.

Karena itu, angka hotspot dan luas terbakar tidak semestinya diperlakukan sebagai satu indikator yang sama.(fit/*)

Berita Terkait