Kalimantan Tengah memasuki awal Oktober dengan sejumlah persoalan yang masih bergerak. Karhutla belum sepenuhnya teratasi dan kualitas udara di sejumlah wilayah berada dalam tekanan. Di saat yang sama, operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-21, sementara data ekonomi September menunjukkan kenaikan harga masih berjalan bersamaan dengan membaiknya indikator nilai tukar petani.
Di daerah lain, pemulihan fasilitas pendidikan mulai memasuki tahap perencanaan setelah kebakaran SMAN 1 Cempaga. Sementara di Kuala Kapuas, kemunculan buaya di dekat jalur penyeberangan kembali mengingatkan bahwa sungai bukan hanya jalur transportasi dan ruang ekonomi, tetapi juga habitat satwa yang bersinggungan langsung dengan aktivitas warga.
- Karhutla Belum Selesai, Udara Kalteng Masih Berbahaya
Ancaman kebakaran hutan dan lahan belum berakhir ketika Kalteng memasuki Oktober. Status siaga darurat bencana karhutla yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah masih berlaku hingga 31 Oktober 2026. Pemerintah juga terus memperkuat penanganan melalui pengerahan personel serta dukungan operasi pemadaman dan pemantauan.
Tekanan terhadap kualitas udara terlihat dari data ISPU pada Sabtu, 3 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB. Indeks Kalteng tercatat 1.134, berada dalam kategori berbahaya. Angka ISPU tersebut merupakan hasil pengukuran pada waktu tertentu sehingga dapat berubah mengikuti kondisi dan lokasi pemantauan.
Di lapangan, penanganan kebakaran masih berlangsung di sejumlah titik. Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan karena api dan bara dapat bertahan di bawah permukaan sebelum kembali memunculkan asap.
Pemerintah sebelumnya menyebut ribuan personel gabungan telah disiagakan untuk pengendalian karhutla di Kalteng. Selain pemadaman, persoalan yang muncul adalah dampaknya terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat.
Bagi warga, persoalannya menjadi lebih dekat ketika asap mulai memengaruhi ruang hidup sehari-hari. Karena itu, perkembangan karhutla pada awal Oktober bukan hanya soal jumlah titik api, tetapi juga sejauh mana penanganan mampu menekan dampaknya terhadap keselamatan dan aktivitas masyarakat.
- Hari Ke-21, Pencarian KM Virgo Bergeser ke Perairan Kalteng
Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-21 pada Sabtu, 3 Oktober 2026, yang sekaligus menjadi hari terakhir masa perpanjangan operasi tujuh hari. Tim SAR mengubah pola pencarian dengan menghentikan sementara penyelaman di dalam badan kapal dan memaksimalkan penyisiran permukaan.
Data terakhir dari manifes mencatat 243 orang, terdiri atas 108 orang selamat, 80 meninggal dunia, dan 55 masih dalam pencarian. Pada hari sebelumnya, dua jenazah kembali ditemukan di perairan wilayah Kalimantan Tengah dan dievakuasi bersama empat jenazah yang sebelumnya ditemukan tetapi belum sempat diangkat.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Banjarmasin, Bram Madya Temara, menyatakan ruang gerak penyelaman di dalam bangkai kapal telah mencapai batas maksimal. Faktor arus laut serta tertutupnya sejumlah akses membuat keselamatan penyelam menjadi pertimbangan dalam menentukan pola operasi.
Perairan Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah penting dalam pencarian karena sejumlah korban ditemukan di kawasan Sukamara, Seruyan, dan sekitar perairan Tanjung Puting. Di sisi lain, keluarga korban masih menanti keputusan mengenai kemungkinan kelanjutan operasi setelah masa perpanjangan berakhir.
Pada 3 Oktober, persoalannya bukan lagi sekadar memperluas wilayah pencarian, tetapi bagaimana menemukan 55 orang yang masih belum diketahui keberadaannya ketika sebagian metode pencarian harus disesuaikan dengan kondisi keselamatan di lapangan.
- Harga Naik, Nilai Tukar Petani Justru Menguat
Tekanan ekonomi juga menjadi bagian dari perkembangan Kalteng pada awal Oktober. Berdasarkan rilis indikator ekonomi September 2026, inflasi Kalteng tercatat 0,40 persen secara bulanan, 3,21 persen sejak awal tahun, dan 5,02 persen secara tahunan, dengan IHK sebesar 113,51.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu penyumbang utama tekanan harga tahunan. Beras tercatat sebagai salah satu komoditas yang memberikan andil besar terhadap inflasi, disusul sejumlah komoditas pangan dan energi lainnya.
Namun indikator petani bergerak ke arah berbeda. NTP gabungan Kalteng pada September 2026 mencapai 141,05, naik 1,09 persen dibandingkan Agustus yang berada di angka 139,53. Kenaikan terjadi pada seluruh subsektor pertanian, dengan hortikultura mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,63 persen.
Pada saat yang sama, Indeks Konsumsi Rumah Tangga atau IKRT petani naik 0,79 persen. Kenaikan terutama datang dari transportasi sebesar 2,39 persen, makanan, minuman dan tembakau 0,80 persen, serta perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,23 persen. NTUP juga meningkat menjadi 144,50.
Artinya, dua keadaan berlangsung bersamaan: harga yang dibayar masyarakat masih meningkat, sementara indikator nilai tukar sektor pertanian juga membaik. Data tersebut penting karena menggambarkan bahwa perubahan ekonomi Kalteng pada September tidak bergerak dalam satu arah.
- SMAN 1 Cempaga Bersiap Dibangun Kembali
Pemulihan SMAN 1 Cempaga di Kabupaten Kotawaringin Timur memasuki tahap baru pada Sabtu, 3 Oktober. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meninjau langsung sekolah yang terbakar dan menginstruksikan jajaran pemerintah daerah segera menyusun perencanaan pembangunan kembali gedung sekolah tersebut.
Instruksi itu diberikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Reza Prabowo dan Kepala Dinas PUPR Kalteng Juni Gultom. Gubernur menyatakan pembangunan kembali sekolah segera dilakukan, tetapi rincian anggaran dan jadwal pekerjaan belum dijelaskan dalam perkembangan tersebut.
Kebakaran sebelumnya menghanguskan sejumlah bagian bangunan sekolah. Setelah kejadian, tantangan yang dihadapi sekolah bukan hanya memulihkan bangunan yang rusak, tetapi juga menjaga kegiatan belajar tetap berjalan dengan fasilitas yang masih tersedia.
Dari sisi penanganan, perkembangan 3 Oktober menunjukkan pergeseran dari fase darurat menuju pemulihan fisik. Perencanaan pembangunan menjadi langkah awal sebelum pekerjaan konstruksi benar-benar dimulai.
Bagi siswa dan guru, kejelasan mengenai pemulihan sekolah memiliki dampak langsung karena proses belajar harus terus berjalan di tengah keterbatasan fasilitas. Tahap berikutnya adalah memastikan rencana tersebut benar-benar diterjemahkan menjadi pembangunan yang terukur.
- Buaya Muncul di Dekat Dermaga Feri Kuala Kapuas
Seekor buaya dengan panjang kurang lebih dua meter muncul ke permukaan Sungai Kapuas, Kabupaten Kapuas, Sabtu pagi, 3 Oktober 2026. Satwa tersebut terlihat di depan dermaga penyeberangan kapal feri di Jalan Mawar, Kuala Kapuas.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, membenarkan keberadaan satwa tersebut berdasarkan rekaman warga dan memperkirakan panjangnya sekitar dua meter. Hingga informasi terakhir, belum ada konfirmasi bahwa buaya tersebut telah ditangkap atau dipindahkan.
Kemunculan itu terjadi di kawasan yang menjadi ruang aktivitas masyarakat. Nelayan, pengguna kelotok, warga bantaran sungai, serta pengguna jalur penyeberangan beraktivitas di kawasan yang sama dengan habitat satwa liar tersebut.
BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan tindakan sendiri yang dapat memicu konflik dengan satwa. Posisi serta pergerakan buaya juga perlu terus dipantau apabila kembali muncul di sekitar aktivitas warga.
Bagi masyarakat Kuala Kapuas, kemunculan buaya tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan di sungai bukan hanya terkait arus dan transportasi. Interaksi manusia dengan satwa liar juga menjadi bagian dari risiko yang perlu diantisipasi ketika aktivitas masyarakat berlangsung berdekatan dengan habitat alami.
Kelima perkembangan tersebut memperlihatkan Kalteng pada 3 Oktober masih dihadapkan pada sejumlah urusan yang belum selesai. Karhutla dan kualitas udara masih menjadi perhatian, pencarian korban KM Virgo belum tuntas, tekanan harga berjalan bersamaan dengan perubahan indikator petani, pembangunan kembali sekolah baru memasuki tahap perencanaan, dan aktivitas masyarakat di sungai tetap bersinggungan dengan risiko satwa liar. Benang merahnya adalah banyak persoalan publik di Kalteng saat ini berada dalam fase penanganan, pemulihan, atau penantian keputusan berikutnya.
Sumber dan data pendukung: Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah; Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui data ISPU; Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah; Kantor Pencarian dan Pertolongan/Basarnas Banjarmasin; Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui BPBD; Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Dinas PUPR; kepolisian terkait penanganan kebakaran SMAN 1 Cempaga; data dari lapangan.







