Beranda›Kapuas
Kapuas

Langit di Kalteng Berubah Oranye, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Langit Timpah, Kapuas, berubah oranye kemerahan. Fenomena serupa juga terlihat di Palangka Raya, Sampit dan sejumlah wilayah Kalteng di tengah kabut asap karhutla.

Langit di Kalteng Berubah Oranye, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

RINGKASAN

  • Langit Timpah, Kabupaten Kapuas, berubah oranye kemerahan.
  • Fenomena serupa juga dilaporkan di Palangka Raya, Sampit, dan sejumlah wilayah Kalteng di tengah kondisi kabut asap karhutla.
  • Asap dan partikel atmosfer dapat memengaruhi warna langit.
Tangkapan layar video yang diunggah akun Facebook @Mad Dolar pada 14 Oktober 2026.

Langit Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, berubah oranye kemerahan di tengah kepungan asap pada Selasa, 13 Oktober 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Pemandangan tak biasa itu terekam dan menyebar luas di media sosial, memicu perhatian publik. Hingga Sabtu, 17 Oktober 2026, fenomena tersebut masih ramai diperbincangkan.

Suasana langit digambarkan menyerupai Planet Mars karena dominasi warna merah dan oranye. Namun, beberapa laporan tersebut belum menyertakan hasil pemeriksaan independen terhadap rekaman asli maupun pengukuran kualitas udara di lokasi kejadian.

Fenomena Serupa Terjadi di Palangka Raya dan Sampit

Perubahan warna langit bukan hanya dilaporkan di Timpah. Fenomena serupa juga terjadi di Palangka Raya dan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, meskipun waktu kejadian dan warna yang terlihat tidak sepenuhnya sama.

Di Kota Palangka Raya, langit berwarna oranye pekat terekam pada Rabu, 14 Oktober 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan langit kota berubah menjadi kuning keoranyean di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Fenomena itu kembali terlihat pada Kamis sore, 15 Oktober 2026. Setelah sempat tampak lebih cerah pada pagi hari, langit Palangka Raya kembali menguning. Kondisi tersebut bersamaan dengan memburuknya kualitas udara dan dampak asap terhadap aktivitas masyarakat.

Mengapa Langit Bisa Berwarna Oranye?

Penjelasan ilmiah mengenai fenomena serupa pernah disampaikan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur, Mulyono Leo Nardo.

Mulyono menjelaskan bahwa perubahan warna merupakan fenomena optik atmosfer yang berkaitan dengan interaksi cahaya matahari dan aerosol atau partikel yang melayang di udara.

“Partikel asap dapat menghamburkan dan menyerap sebagian cahaya matahari,” terangnya.

Ketika konsentrasi partikel meningkat dan lapisan asap menjadi tebal, spektrum cahaya yang mencapai permukaan dapat berubah sehingga langit terlihat kekuningan, oranye, atau kemerahan.

“Efek ini juga dipengaruhi posisi matahari, ketebalan asap, kelembapan, dan karakteristik partikel,” jelas Mulyono.

Penjelasan tersebut memberikan konteks ilmiah yang relevan untuk memahami fenomena langit oranye di Kalimantan Tengah.

Apakah Asap Karhutla Menjadi Penyebabnya?

Asap karhutla merupakan salah satu kemungkinan yang perlu diperiksa, terutama karena laporan mengenai kejadian di Timpah menyebut adanya asap di sekitar lokasi.

BMKG, dalam siaran pers yang terbit pada 17 Oktober 2026, melaporkan bahwa asap karhutla masih terpantau di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan. Berdasarkan pemantauan pada 16 Oktober, BMKG mencatat 26 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (hotspot high confidence) di Kalimantan Tengah, turun dari 485 titik pada 15 Oktober. Angka tersebut merupakan data untuk seluruh provinsi, bukan khusus Kecamatan Timpah.

Kondisi Udara Perlu Diperiksa, Bukan Hanya Warna Langit

Warna langit yang tidak biasa dapat menjadi tanda visual adanya partikel di atmosfer, tetapi tidak dapat digunakan sendirian untuk menentukan seberapa berbahaya udara yang dihirup warga.

Untuk menilai kondisi udara saat peristiwa di Timpah, diperlukan data kualitas udara yang sesuai dengan lokasi dan waktu kejadian, termasuk pengukuran partikulat halus PM2.5 dan PM10 apabila tersedia. Data jarak pandang, kondisi cuaca, arah angin, serta laporan kebakaran di sekitar lokasi juga akan membantu menjelaskan situasinya.

Warga yang menghadapi asap pekat sebaiknya mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus, dan mengikuti informasi kesehatan serta kualitas udara dari instansi berwenang. Apabila mengalami sesak napas atau keluhan berat, segera mencari pertolongan medis.

Fenomena langit oranye di Timpah menjadi pengingat pentingnya membaca kondisi lingkungan melalui bukti yang dapat diperiksa. Penjelasan ilmiah tentang interaksi cahaya dan partikel asap tersedia.


Sumber dan data pendukung: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG); siaran pers pemantauan asap dan titik panas, 17 Oktober 2026; Video dari akun Facebook @Mad Dolar yang diunggah pada 14 Oktober 2026; data dari lapangan.

Berita Terkait