Beranda›Barito Selatan
Barito Selatan

Barsel Minta Evaluasi Bantuan Bibit Ternak

Anggota DPRD Barito Selatan Raden Sudarto meminta evaluasi program bantuan bibit ternak, ikan dan pakan.

RINGKASAN

  • Program bantuan mencakup bibit itik, ayam buras, babi, kambing, bibit ikan dan pakan.
  • Ia menilai bantuan tanpa evaluasi berisiko membuat penerima bergantung pada program yang sama setiap tahun tanpa peningkatan skala usaha.
  • “Kalau bantuan hanya habis dijual, kemudian tahun berikutnya meminta lagi, tentu tujuan program sebagai stimulan ekonomi itu tidak tercapai.
Anggota DPRD Barito Selatan Raden Sudarto meminta evaluasi program bantuan bibit ternak, ikan dan pakan. (Tim Redaksi/lingkarkalteng.com/CC0)

DPRD Barito Selatan meminta pemerintah kabupaten mengevaluasi menyeluruh program bantuan bibit ternak, ikan dan pakan yang setiap tahun disalurkan kepada masyarakat. Evaluasi diperlukan agar program benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi.

Anggota DPRD Barito Selatan Raden Sudarto menilai bantuan tidak cukup hanya diberikan setiap tahun tanpa melihat keberlanjutan usaha penerima.

“Evaluasi ini penting untuk memastikan bantuan tersebut benar-benar menjadi stimulan ekonomi, dan bukan sekadar program pembagian bantuan tahunan saja,” katanya.

Program bantuan mencakup bibit itik, ayam buras, babi, kambing, bibit ikan dan pakan.

Raden mengatakan pemerintah perlu mengecek apakah bantuan tersebut masih dikembangkan penerima atau justru dijual setelah diterima.

“Kita harus melihat apa hasil dari program bantuan ini. Apakah benar menjadi modal awal untuk mengembangkan ekonomi masyarakat atau hanya sebatas dibagikan setiap tahun,” ujarnya.

Ia menilai bantuan tanpa evaluasi berisiko membuat penerima bergantung pada program yang sama setiap tahun tanpa peningkatan skala usaha.

“Kalau bantuan hanya habis dijual, kemudian tahun berikutnya meminta lagi, tentu tujuan program sebagai stimulan ekonomi itu tidak tercapai. Kalau tidak ada keberlanjutan, program itu percuma,” tegas Raden Sudarto.

DPRD juga meminta evaluasi mencakup proses pengadaan, mekanisme penyaluran, ketepatan sasaran dan kemampuan penerima mengembangkan usaha.

Bila evaluasi menunjukkan manfaat program tidak signifikan, DPRD menyarankan anggaran dipertimbangkan untuk dialihkan ke sektor produktif lain seperti pendidikan atau kesehatan.

Langkah berikutnya berada pada pemerintah kabupaten untuk mengukur hasil program secara lebih konkret dan menentukan apakah pola bantuan tersebut perlu dilanjutkan, diperbaiki atau dialihkan.(BT/*)

Berita Terkait