Beranda›Barito Utara
Barito Utara

Kabut Asap Lumpuhkan Penerbangan Muara Teweh Selama Satu Bulan

Kebakaran lahan di sekitar Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Barito Utara, saat kabut asap mengganggu jarak pandang penerbangan.

RINGKASAN

  • Penerbangan dari dan ke Bandara Haji Muhammad Sidik (HMS) Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, sudah satu bulan dibatalkan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
  • “Hari ini, telah satu bulan penerbangan ke Muara Teweh dibatalkan,” kata Amrillah, Kamis, 17 September 2026.
  • Kepala Bandara HMS Muara Teweh Muhammad Amrillah K bilang pembatalan berlangsung sejak Rabu, 19 Agustus 2026 hingga Kamis, 17 September 2026.
Kebakaran lahan di sekitar Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Barito Utara, saat kabut asap mengganggu jarak pandang penerbangan. (Tim Redaksi/lingkarkalteng.com/CC0)

Penerbangan dari dan ke Bandara Haji Muhammad Sidik (HMS) Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, sudah satu bulan dibatalkan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Bandara HMS Muara Teweh Muhammad Amrillah K mengatakan pembatalan berlangsung sejak Rabu, 19 Agustus 2026 hingga Kamis, 17 September 2026. “Hari ini, telah satu bulan penerbangan ke Muara Teweh dibatalkan,” kata Amrillah, Kamis, 17 September 2026.

Penerbangan Wings Air rute Banjarmasin-Muara Teweh pulang-pergi yang biasanya berlangsung setiap hari ikut terdampak. Begitu pula penerbangan Susi Air rute Muara Teweh-Palangka Raya pulang-pergi yang dijadwalkan setiap Senin.

Gangguan terjadi karena Bandara HMS merupakan bandar udara visual yang membutuhkan jarak pandang sekitar 5.000 meter atau lebih. Pada Kamis pagi hingga siang, jarak pandang di kawasan bandara hanya sekitar 100 meter.

“Karena tidak aman untuk penerbangan, maka rute tersebut dalam sebulan ini dibatalkan,” ujar Amrillah.

Dampak asap tersebut menunjukkan karhutla tidak hanya berpengaruh terhadap kawasan yang terbakar, tetapi juga mengganggu konektivitas udara Barito Utara dengan Banjarmasin dan Palangka Raya.

Bupati Barito Utara Shalahuddin meminta penanganan kebakaran dipercepat. “Seluruh tim harus cepat bergerak,” katanya.

Ia juga meminta seluruh peralatan pemadaman dipastikan siap digunakan setiap saat.

Pemerintah daerah masih melakukan penanganan karhutla di sekitar wilayah Muara Teweh, sementara aktivitas penerbangan menunggu kondisi jarak pandang kembali memenuhi persyaratan keselamatan.(MT/*)

Berita Terkait