Kemarau panjang mulai terasa di meja makan warga Kotawaringin Timur. Data Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur menunjukkan hampir seluruh komoditas ikan di Pasar Keramat mengalami kenaikan harga sejak 23 September 2026 dibandingkan kondisi normal 24 Agustus 2026.
Ikan patin naik dari Rp35.000 menjadi Rp38.000 per kilogram. Nila dari Rp55.000 menjadi Rp60.000, gabus Rp75.000 menjadi Rp80.000, jelawat Rp70.000 menjadi Rp80.000, sedangkan kembung naik dari Rp50.000 menjadi Rp60.000 per kilogram.
Di tingkat produsen, nelayan menghadapi tekanan yang berbeda. Debit air yang menyusut dan kondisi gelombang membuat aktivitas penangkapan menjadi lebih sulit.
Arbadi, nelayan Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, mengatakan hasil tangkapan turun drastis.
“Hasil tangkapan menurun drastis,” kata Arbadi. Rabu (30/9/2026).
Ia juga menyebut jumlah perjalanan melaut ikut berkurang. “Biasanya melaut sebulan penuh, kini hanya bisa melaut 8 kali,” ujarnya.
Persoalan tersebut tidak berdiri sendiri. Arbadi menyebut harga BBM dan biaya operasional turut menekan nelayan. “Harga BBM mahal serta sulit didapatkan,” ungkapnya.
Dinas Perikanan Kabupaten Kotim mencatat, menyusutnya debit DAS Mentaya dan danau di bagian hulu menyulitkan nelayan perairan umum mencapai lokasi tangkapan potensial. Kekurangan pasokan kemudian mendorong masuknya ikan dari luar daerah.
“Kenaikan harga di Pasar Keramat terlihat pada hampir seluruh komoditas yang kami pantau,” ujar Pebrie, Analis Pasar Hasil Perikanan Ahli Pertama.
Ia menjelaskan, perubahan harga berkaitan dengan pasokan yang berkurang dan kondisi produksi perikanan selama kemarau.
Data pemantauan menunjukkan tekanan dari hulu hingga hilir. Nelayan menghadapi frekuensi melaut yang menurun, sementara konsumen berhadapan dengan harga ikan yang meningkat.
Dinas Perikanan menyatakan pemantauan harga dan ketersediaan ikan terus dilakukan. Bagi warga, perkembangan harga berikutnya akan sangat bergantung pada pulihnya pasokan lokal dan kondisi perairan.
Sumber: Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur; keterangan Arbadi, nelayan Desa Sei Ijum Raya; data pemantauan harga Pasar Keramat.







