Beranda›Kotawaringin Timur
Kotawaringin Timur

Kotim Siapkan Pipa Bawah Air Atasi Krisis Air Selatan

Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di wilayah selatan Kotim yang terdampak krisis air bersih akibat kemarau.

RINGKASAN

  • Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menyiapkan opsi jaringan pipa bawah air untuk memasok air bersih ke wilayah selatan, termasuk Pulau Hanaut, setelah kemarau dan intrusi air laut membuat sebagian
  • “Ke depan ini kita sudah merencanakan untuk daerah selatan, termasuk Pulau Hanaut, menggunakan pipa bawah air,” ujarnya pada Minggu (20/9/2026).
  • Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor bilang, persoalan utama di wilayah selatan bukan hanya keterbatasan jaringan, tetapi juga sumber air baku yang terdampak intrusi air laut.
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di wilayah selatan Kotim yang terdampak krisis air bersih akibat kemarau. (Rania Romauli Lubis/lingkarkalteng.com/CC0)

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menyiapkan opsi jaringan pipa bawah air untuk memasok air bersih ke wilayah selatan, termasuk Pulau Hanaut, setelah kemarau dan intrusi air laut membuat sebagian sumber air baku tidak layak untuk konsumsi.

Rencana itu muncul bersamaan dengan kondisi salinitas Sungai Sampit yang mencapai 630 di kawasan Bagendang. Perumdam Tirta Mentaya menyatakan air dari sumber tersebut masih dapat diproduksi untuk kebutuhan MCK, tetapi tidak digunakan sebagai air minum. Pemeriksaan kualitas air juga dilakukan secara berkala.

Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor mengatakan, persoalan utama di wilayah selatan bukan hanya keterbatasan jaringan, tetapi juga sumber air baku yang terdampak intrusi air laut.

“Ke depan ini kita sudah merencanakan untuk daerah selatan, termasuk Pulau Hanaut, menggunakan pipa bawah air,” ujarnya pada Minggu (20/9/2026).

Ia menyebut pembangunan instalasi tersendiri di wilayah selatan menghadapi kendala sumber air baku karena air sungai ikut terpengaruh intrusi air laut.

“Kalau hanya menggunakan tawas atau PAC tidak akan bisa,” kata Halikinnor.

Di tengah rencana jangka panjang itu, pemerintah masih menjalankan distribusi air bersih. Hingga saat ini, sebanyak 36 kendaraan dikerahkan untuk memasok kebutuhan warga di wilayah selatan, dengan 30.000 liter air disalurkan pada hari tersebut.

“Tim kita akan terus melanjutkan penyaluran air bersih, sehingga warga kita bisa mendapatkan kebutuhan air yang layak,” ujar Halikinnor.

Ia menyebut, distribusi air bersih tetap menjadi penanganan sementara. Untuk solusi permanen, lanjut Bupati, membutuhkan pembangunan jaringan dan teknologi yang sesuai kondisi sumber air.

Pemerintah daerah juga mempertimbangkan teknologi pengolahan air asin menjadi air bersih. Opsi tersebut diarahkan agar sumber air yang terpengaruh intrusi tetap dapat dimanfaatkan setelah melalui proses pengolahan yang sesuai.

Rencana jaringan pipa disebut akan dikembangkan secara bertahap hingga wilayah Ujung Pandaran. Pemerintah daerah menyebut kebutuhan dananya besar sehingga pelaksanaannya tidak direncanakan selesai dalam satu tahun anggaran.

“Tahap berikutnya adalah memastikan desain, sumber pendanaan, lokasi jaringan dan jadwal pelaksanaan agar rencana tersebut dapat diukur perkembangannya,” terangnya.

Sementara itu, sejumlah petugas Perumdam Tirta Mentaya masih memantau pergerakan salinitas karena pengaruh air payau telah mulai terpantau hingga Pelangsian dan berpotensi bergerak lebih jauh menuju wilayah Sampit.

Berita Terkait