Beranda›Palangka Raya
Palangka Raya

Asap Ganggu Penerbangan Palangka Raya hingga 27 September

Kabut asap akibat karhutla mengganggu jarak pandang sehingga mengganggu penerbangan di sejumlah bandara.

RINGKASAN

  • Operasional dari dan menuju Palangka Raya dapat disesuaikan kembali setelah 27 September apabila kondisi jarak pandang dan seluruh parameter penerbangan telah memenuhi ketentuan.
  • Garuda Indonesia menghentikan sementara penerbangan pada 22–27 September 2026 karena kondisi jarak pandang belum memenuhi parameter keselamatan penerbangan.
  • Kabut asap membuat operasional penerbangan dari dan menuju Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya kembali disesuaikan.
Kabut asap akibat karhutla mengganggu jarak pandang sehingga mengganggu penerbangan di sejumlah bandara. (Mitra Tama/lingkarkalteng.com/CC0)

Kabut asap membuat operasional penerbangan dari dan menuju Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya kembali disesuaikan. Garuda Indonesia menghentikan sementara penerbangan pada 22–27 September 2026 karena kondisi jarak pandang belum memenuhi parameter keselamatan penerbangan.

Penyesuaian itu berdampak langsung pada konektivitas udara Palangka Raya. Sebelumnya, kondisi jarak pandang yang berubah-ubah juga telah memengaruhi penerbangan sejak pertengahan September.

Corporate Communications Division Head Garuda Indonesia Dicky Irchamsyah mengatakan keputusan tersebut berkaitan dengan kondisi visibility di Bandara Tjilik Riwut.

“Garuda Indonesia melakukan penyesuaian sementara operasional penerbangan dari dan menuju Palangka Raya pada periode 22 s.d. 27 September 2026, dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi kabut asap dan jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut,” ujar Dicky.

Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan jadwal. Penurunan jarak pandang berkaitan langsung dengan pemenuhan parameter operasional pesawat ketika hendak mendarat maupun berangkat.

Dicky menjelaskan kebutuhan visibility dalam kondisi operasional tertentu di Palangka Raya berada pada kisaran 1.500 meter dengan tetap mengikuti ketentuan operasional yang berlaku.

“Keselamatan dan keamanan penerbangan senantiasa menjadi pertimbangan utama Garuda Indonesia dalam setiap keputusan operasional,” katanya.

Bagi penumpang yang telah memiliki reservasi pada periode 22–27 September, tersedia pilihan pengembalian dana penuh atau perubahan jadwal penerbangan sesuai ketersediaan kursi dan kondisi operasional.

“Penyesuaian operasional dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penumpang perlu memastikan kembali status penerbangannya sebelum menuju bandara,” ujar I Made Darmawan, Executive General Manager Bandara Tjilik Riwut.

Gangguan juga terjadi pada maskapai lain. Citilink menyesuaikan penerbangan rute Jakarta-Palangka Raya-Jakarta pada 22–24 September 2026.

“Bandara terus memantau perkembangan jarak pandang dan berkoordinasi dengan maskapai serta pihak terkait agar keputusan operasional tetap mengutamakan keselamatan penerbangan,” tuturnya.

Garuda menyatakan evaluasi akan terus dilakukan. Operasional dari dan menuju Palangka Raya dapat disesuaikan kembali setelah 27 September apabila kondisi jarak pandang dan seluruh parameter penerbangan telah memenuhi ketentuan.


Sumber: Bandara Tjilik Riwut; Garuda Indonesia; informasi operasional penerbangan; data kondisi jarak pandang.

Berita Terkait