Beranda›Palangka Raya
Palangka Raya

Kabut Asap Kian Pekat, Bush Serukan Warga Utamakan Keselamatan

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mendorong Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya, Bush Valentino Lambung, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap kondisi tersebut sebagai keadaan biasa.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya, Bush Valentino Lambung.

RINGKASAN

  • Imbauan itu juga mengajak masyarakat lebih waspada terhadap kondisi kesehatan selama kabut asap berlangsung.
  • Jendela dan celah masuk udara dianjurkan ditutup ketika kondisi asap memburuk, sementara penggunaan penyaring udara dapat dipertimbangkan untuk membantu menjaga kualitas udara dalam ruangan.
  • Data Dinas Kesehatan Kalteng sebelumnya mencatat 72.431 kasus ISPA hingga pekan ketiga Agustus 2026, sedangkan gangguan kabut asap juga telah memengaruhi kegiatan pendidikan dan transportasi di Palangka Raya.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya, Bush Valentino Lambung. (Tim Redaksi/lingkarkalteng.com/CC0)

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mendorong Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya, Bush Valentino Lambung, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap kondisi tersebut sebagai keadaan biasa.

Melalui imbauan yang disebarluaskan kepada publik, Bush mengajak warga meningkatkan perlindungan diri seiring kondisi asap yang dinilainya semakin pekat. Pesan itu menekankan penggunaan masker, pengurangan aktivitas luar ruangan, perhatian terhadap kesehatan, serta kewaspadaan saat berkendara.

Imbauan tersebut muncul di tengah perdebatan mengenai pernyataan Kepala BNPB Suharyanto yang sebelumnya menyebut aktivitas masyarakat di Kalteng dan Kalbar masih berjalan normal. Bagi Bush, tetap bergeraknya aktivitas masyarakat tidak berarti dampak kabut asap dapat diabaikan.

“Masyarakat tetap harus beraktivitas karena kehidupan harus berjalan. Tetapi itu bukan berarti kondisi asap bisa dianggap normal. Keselamatan dan kesehatan warga harus menjadi perhatian utama,” sebut Bush. Jumat (25/9/2026).

Bush meminta warga menggunakan masker yang sesuai dan menutup hidung serta mulut dengan rapat. Masyarakat juga dianjurkan mengurangi kegiatan di luar rumah ketika asap semakin tebal.

Selain perlindungan pernapasan, Bush mengingatkan warga untuk menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan air minum serta mengonsumsi makanan bergizi. Imbauan itu juga mengajak masyarakat lebih waspada terhadap kondisi kesehatan selama kabut asap berlangsung.

“Kalau asap sedang tebal, jangan memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan. Kita harus saling mengingatkan, terutama untuk melindungi anak-anak, orang tua, dan warga yang lebih rentan terhadap dampak asap,” imbaunya.

Aspek keselamatan transportasi turut menjadi perhatian. Warga yang tetap harus bepergian diingatkan memastikan kendaraan dalam kondisi baik serta menggunakan pendingin udara dengan mode sirkulasi dalam untuk mengurangi masuknya udara luar ke kabin.

Bush juga menyerukan agar kualitas udara di dalam rumah diperhatikan. Jendela dan celah masuk udara dianjurkan ditutup ketika kondisi asap memburuk, sementara penggunaan penyaring udara dapat dipertimbangkan untuk membantu menjaga kualitas udara dalam ruangan.

Imbauan tersebut memiliki konteks yang lebih luas. Data Dinas Kesehatan Kalteng sebelumnya mencatat 72.431 kasus ISPA hingga pekan ketiga Agustus 2026, sedangkan gangguan kabut asap juga telah memengaruhi kegiatan pendidikan dan transportasi di Palangka Raya.

“Jangan tunggu sampai kondisi kesehatan masyarakat semakin buruk baru kita bertindak. Pemerintah harus serius menangani sumber asap, sementara masyarakat juga harus mengambil langkah perlindungan sejak sekarang,” tandasnya.

Bagi Bush, penanganan karhutla tidak hanya menyangkut pemadaman titik api. Dampak terhadap kesehatan, pendidikan, mobilitas, dan kualitas hidup warga juga harus menjadi bagian dari ukuran keberhasilan penanganan kabut asap.


Data pendukung: BNPB/Sekretariat Presiden soal kondisi karhutla dan aktivitas masyarakat; Disdik Kalteng soal pembelajaran virtual; Dinkes Kalteng soal kasus ISPA; Bandara Tjilik Riwut soal gangguan penerbangan.

Berita Terkait