Beranda›Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah

Pertamina Perkuat Pasokan Pertalite di Kalimantan Tengah

Penguatan pasokan Pertalite Kalteng dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Fuel Terminal Pulang Pisau dan terminal lain.

RINGKASAN

  • Pertamina memperkuat pasokan Pertalite di Kalimantan Tengah setelah peningkatan pembelian masyarakat menekan kebutuhan di sejumlah SPBU, sementara kondisi kemarau, sungai surut, dan kabut asap turut membuat distribusi melalui
  • Pertamina menyebut langkah tersebut dilakukan agar pasokan ke SPBU tetap berjalan di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.
  • Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun bilang penambahan stok di Pulang Pisau menjadi salah satu langkah untuk menjaga ketersediaan.
Penguatan pasokan Pertalite Kalteng dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Fuel Terminal Pulang Pisau dan terminal lain. (Mitra Tama/lingkarkalteng.com/CC0)

Pertamina memperkuat pasokan Pertalite di Kalimantan Tengah setelah peningkatan pembelian masyarakat menekan kebutuhan di sejumlah SPBU, sementara kondisi kemarau, sungai surut, dan kabut asap turut membuat distribusi melalui jalur tertentu harus disesuaikan.

Penguatan dilakukan dengan menambah persediaan di Fuel Terminal Pulang Pisau dan mendukung penyaluran dari Fuel Terminal Sampit serta Banjarmasin. Pertamina menyebut langkah tersebut dilakukan agar pasokan ke SPBU tetap berjalan di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan penambahan stok di Pulang Pisau menjadi salah satu langkah untuk menjaga ketersediaan.

“Kami meningkatkan persediaan BBM di Fuel Terminal Pulang Pisau untuk mendukung kebutuhan masyarakat,” ujar Edi. Senin (21/9/2026).

Selain peningkatan permintaan, distribusi juga menghadapi faktor alam. Kemarau dan kekeringan memengaruhi kondisi perairan serta pasang surut sehingga pengiriman melalui jalur sungai memerlukan penyesuaian. Kabut asap di sejumlah jalur distribusi juga mengurangi jarak pandang bagi mobil tangki.

Karena itu, aspek keselamatan menjadi bagian dari pengaturan distribusi. Edi menegaskan pengiriman tetap dilakukan dengan menyesuaikan kondisi perjalanan.

“Dalam proses pengiriman, keselamatan tetap menjadi prioritas,” jelasnya.

Penyesuaian tersebut, menurut Edi, tidak berarti distribusi dihentikan. Pengiriman tetap diatur agar pelayanan di tingkat SPBU terus berjalan.

“Bersamaan dengan itu, kami terus mengatur pengiriman agar penyaluran ke SPBU tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan,” tambahnya.

Sebelumnya, Sales Area Manager Retail Kalteng Pertamina Patra Niaga, Donny Prasetya memperkirakan perpindahan tersebut mencapai sekitar tujuh persen di seluruh Kalteng. Kebutuhan Pertalite berdasarkan kuota BPH Migas disebut berada di kisaran 270 kiloliter per hari. Tekanan terhadap Pertalite juga dipengaruhi perpindahan sebagian konsumen dari Pertamax.

“Memang terjadi switching atau perpindahan pelaku konsumen yang sebelumnya membeli Pertamax karena harga semakin tinggi, beralih menggunakan Pertalite,” ujar Donny.

Pertamina menyatakan telah meningkatkan pasokan stok BBM di Kalteng sekitar 10 persen dibanding kondisi sebelumnya. Penguatan itu dilakukan untuk mempercepat normalisasi antrean di sejumlah SPBU.

Di Palangka Raya, pemerintah kota juga mencatat antrean di sejumlah SPBU berlangsung ketika permintaan Pertalite meningkat. Berdasarkan data per 6 September 2026, stok Pertalite di Fuel Terminal Pulang Pisau tercatat 1.617 kiloliter dengan kebutuhan harian 516 kiloliter atau sekitar 3,13 hari cakupan stok.

Pertamina mendorong masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tetap mengikuti pengaturan pelayanan di SPBU. Distribusi juga terus disesuaikan dengan kondisi lapangan dan jalur pengiriman.


Sumber: PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan; Pemerintah Kota Palangka Raya; data kuota BBM dari BPH Migas.

Berita Terkait