Beranda›Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah

Video Gubernur Kalteng soal OMC Kembali Ramai, Netizen Soroti Logat hingga Substansi

RINGKASAN

  • Data yang dikutip dari Kanal Independen menunjukkan unggahan di akun Metro TV mencapai sekitar 14.300 likes, 12.200 komentar dan 1.461 kali dibagikan, sementara unggahan di akun Lambe Turah
  • Dengan demikian, video tersebut tidak hanya menjadi bahan perbincangan karena cara penyampaian Gubernur Kalteng, tetapi juga membuka pertanyaan publik mengenai efektivitas OMC dalam menghadapi karhutla.
  • Video Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat menjelaskan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali ramai diperbincangkan di media sosial.
(Tim Redaksi/lingkarkalteng.com/CC0)

Video Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat menjelaskan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam video yang ditayangkan Metro TV, Agustiar menyebut tingkat keberhasilan OMC di Kalteng hanya sekitar 30 persen. Ia menjelaskan minimnya awan menjadi salah satu kendala pelaksanaan OMC untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Potongan video tersebut kemudian ramai dikomentari warganet. Data yang dikutip dari Kanal Independen menunjukkan unggahan di akun Metro TV mencapai sekitar 14.300 likes, 12.200 komentar dan 1.461 kali dibagikan, sementara unggahan di akun Lambe Turah mencapai sekitar 21.400 likes dan 10.100 komentar.

Namun, perdebatan yang berkembang justru banyak menyoroti logat dan cara bicara, bukan angka keberhasilan OMC yang disebut 30 persen.

Pengamat kebijakan publik Muhammad Gumarang menilai kritik terhadap kepala daerah sebaiknya diarahkan pada substansi kebijakan, termasuk efektivitas penanganan karhutla, bukan persoalan dialek atau aksen.

Dengan demikian, video tersebut tidak hanya menjadi bahan perbincangan karena cara penyampaian Gubernur Kalteng, tetapi juga membuka pertanyaan publik mengenai efektivitas OMC dalam menghadapi karhutla.

Tonton videonya:

 

Berita Terkait