Beranda›Nusantara
Nusantara

Pabrik di Subang Jadi Basis Produksi Mobil Listrik BYD

Peresmian fasilitas manufaktur BYD di kawasan Subang Smartpolitan, Jawa Barat. (dok. BYD)

RINGKASAN

  • Fasilitas Subang dengan demikian tidak hanya menjadi lokasi perakitan kendaraan, tetapi bagian dari strategi memperluas basis produksi kendaraan listrik di Indonesia.
  • BYD resmi mengoperasikan fasilitas manufaktur kendaraan energi baru di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun.
  • “Beroperasinya fasilitas Subang membuat fokus kami beralih sepenuhnya pada produksi lokal dan pengembangan rantai pasok di Indonesia,” kata Luther Panjaitan.
Peresmian fasilitas manufaktur BYD di kawasan Subang Smartpolitan, Jawa Barat. (dok. BYD) (Tim Redaksi/lingkarkalteng.com/CC0)

BYD resmi mengoperasikan fasilitas manufaktur kendaraan energi baru di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun.

Peresmian itu menandai perubahan pola pasokan BYD di Indonesia. Perusahaan sebelumnya mengandalkan kendaraan impor utuh atau CBU, sedangkan setelah fasilitas lokal beroperasi, produksi domestik menjadi bagian utama pasokan.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menyatakan perusahaan tidak lagi mengimpor kendaraan CBU.

“Beroperasinya fasilitas Subang membuat fokus kami beralih sepenuhnya pada produksi lokal dan pengembangan rantai pasok di Indonesia,” kata Luther Panjaitan. Jumat, (18/9/2026).

Perubahan itu juga berkaitan dengan target pengembangan industri otomotif dalam negeri. Pemerintah menilai keberadaan pabrik tidak cukup diukur dari jumlah kendaraan yang dirakit, tetapi juga dari sejauh mana industri pendukung dan kandungan lokal berkembang.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan fasilitas produksi harus ikut memperkuat industri dalam negeri.

“Penguatan produksi kendaraan listrik harus berjalan bersama peningkatan kemampuan industri komponen dan penggunaan produk dalam negeri,” tegasnya.

Di tingkat perusahaan, kapasitas 150 ribu unit per tahun memberi ruang untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas jaringan industri pendukung.

“Kapasitas produksi lokal memberi fondasi bagi pengembangan kendaraan energi baru sekaligus memperkuat keterlibatan industri dan tenaga kerja Indonesia,” ujarnya.

Fasilitas Subang dengan demikian tidak hanya menjadi lokasi perakitan kendaraan, tetapi bagian dari strategi memperluas basis produksi kendaraan listrik di Indonesia. (bay/*)

Berita Terkait