Beranda›Kotawaringin Timur
Kotawaringin Timur

Rekaman Telepon Viral, Menhut Batal Tinjau Kotim; Fahrizal Fitri Klarifikasi

Peninjauan karhutla di Kotim batal. Wabub Kotim, Irawati kecewa karena relawan tak ditemui, sementara Fahrizal Fitri membantah menerima permintaan untuk mengagendakan pertemuan.

Rekaman Telepon Viral, Menhut Batal Tinjau Kotim; Fahrizal Fitri Klarifikasi

RINGKASAN

  • Peninjauan batal: Raja Juli tidak meninjau karhutla di Kotim pada 14 Oktober dan melanjutkan perjalanan ke Kobar.
  • Keterangan berbeda: Irawati menyuarakan kekecewaan dan kebutuhan relawan, sedangkan Fahrizal membantah menerima permintaan untuk mengatur pertemuan dengan relawan atau jamuan makan malam.
  • Masih perlu kejelasan: Alur koordinasi pembatalan dan jadwal kunjungan ulang.
Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati./Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Hubungan Antarlembaga, Fahrizal Fitri.

Rencana Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Timur (Kotim) pada 14 Oktober 2026 batal terlaksana. Wakil Bupati Kotim Irawati mengungkapkan kekecewaannya melalui percakapan telepon yang kemudian beredar.

Dua hari berselang, Jumat (16 Oktober 2026) malam, Fahrizal Fitri, Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Hubungan Antarlembaga, memberikan klarifikasi dan membantah pernah menerima permintaan untuk mengagendakan pertemuan dengan relawan.

Persoalan ini menyangkut tiga hal; batalnya peninjauan lapangan, perbedaan informasi tentang koordinasi agenda, dan kebutuhan penanganan karhutla yang disuarakan pemerintah daerah.

Dalam rekaman telepon, Irawati mengatakan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah menunggu. Namun, menurut dia, persoalan utamanya bukan pertemuan dengan pejabat, melainkan kesempatan bagi relawan untuk menyampaikan kondisi lapangan.

“Kami Forkopimda tidak apa-apa tidak ditemui, Pak. Tapi relawan kami ditemui lah. Kami juga manusia yang perlu diperhatikan,” kata Irawati.

Ia juga menggambarkan beratnya upaya pemadaman yang berlangsung hingga dini hari.

“Tadi malam kami sampai jam 2 masih berjibaku dengan api, Pak,” ujarnya.

Irawati turut menyebut tiga relawan meninggal dunia. Namun, identitas dan penyebab kematian masing-masing perlu diverifikasi secara terpisah. Pernyataan dalam rekaman saja belum cukup untuk memastikan seluruh korban meninggal akibat kegiatan pemadaman.

Fahrizal Membantah Ada Permintaan Agenda

Dalam video klarifikasi, Fahrizal menyayangkan beredarnya percakapan tersebut karena, menurut dia, komunikasi itu bersifat pribadi.

“Saya menyayangkan dan merasa kecewa karena percakapan yang beredar tersebut merupakan percakapan pribadi antara saya dan Ibu Wakil Bupati,” katanya.

Fahrizal juga membantah pernah menerima permintaan dari Irawati untuk mengatur pertemuan dengan relawan atau undangan makan malam.

“Dalam kunjungan Pak Menteri Kehutanan ke Sampit, Ibu Wabup tidak pernah meminta kepada saya maupun pihak Kementerian Kehutanan untuk mengagendakan pertemuan dengan relawan maupun undangan makan malam,” ujarnya.

Pernyataan ini perlu ditempatkan secara tepat. Pemerintah Kabupaten Kotim menyatakan telah mempersiapkan agenda kunjungan, sedangkan Fahrizal mengatakan tidak menerima permintaan sebagaimana yang ia jelaskan.

Keduanya tidak otomatis bertentangan. Persiapan oleh pemerintah daerah belum membuktikan bahwa seluruh agenda sudah diterima dan disepakati kementerian. Sebaliknya, bantahan Fahrizal juga belum menjelaskan seluruh proses koordinasi yang terjadi.

Menhut Menuju Kobar, Kotim Menunggu Kepastian

Pada 14 Oktober, Raja Juli melanjutkan perjalanan dari Palangka Raya menuju ke Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Saat ditanya wartawan di Sampit, ia menyatakan akan kembali setelah agenda tersebut.

“Oh saya di Sampit kan ini? Nanti, nanti pulangnya ke sini,” ujar Raja Juli.

Kementerian Kehutanan kemudian menjalankan koordinasi penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, Kobar. Dalam keterangannya, Raja Juli menegaskan pemerintah tidak akan lepas tangan menghadapi kebakaran.

“Segala upaya yang memang memungkinkan untuk kita lakukan, akan kita lakukan,” katanya.

Pernyataan itu menjelaskan komitmen penanganan karhutla di Kobar, tetapi belum menjawab sepenuhnya mengapa peninjauan yang direncanakan di Kotim tidak terlaksana.

Hingga klarifikasi Fahrizal pada 16 Oktober, belum ada tanggal pasti yang diumumkan untuk kunjungan ulang Menteri Kehutanan ke Sampit.


Sumber: Rekaman percakapan telepon; video klarifikasi Fahrizal Fitri, 16 Oktober 2026; pernyataan Raja Juli Antoni; Kementerian Kehutanan; data dari lapangan.

Berita Terkait