Pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-21 (Sabtu, 3/10/2026), dengan pola operasi yang berubah. Setelah seluruh bagian badan kapal yang masih dinilai aman untuk diselami telah disisir, tim SAR kini kembali mengandalkan pencarian di permukaan, termasuk menyisir wilayah pesisir Kalimantan Tengah.
Perubahan itu terjadi setelah dua hari pencarian bawah air tidak menemukan korban tambahan. Pada hari ke-20, tim SAR justru kembali menemukan dua jenazah dari pencarian permukaan di wilayah Kalteng. Bersama empat jenazah yang sebelumnya ditemukan tetapi belum sempat dievakuasi, enam paket jenazah diberangkatkan dari Pangkalan Bun menuju Banjarmasin untuk proses berikutnya.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas, Bram Madya Temara, mengatakan pencarian pada hari ke-20 dimaksimalkan melalui penyisiran dan pengamatan di permukaan air. Kantor SAR Palangkaraya menyisir wilayah Kalimantan Tengah, terutama kawasan Tanjung Puting.
“Pencarian hari ke-21 tetap kami lanjutkan dengan penyisiran di permukaan, terutama pada wilayah yang diperkirakan menjadi arah pergerakan korban,” terangnya.
Fokus tersebut muncul setelah tim penyelam menyelesaikan penyisiran pada bagian-bagian kapal yang masih memungkinkan dimasuki dengan aman. Menurut Bram, penyelaman tidak bisa dipaksakan pada bagian kapal yang berisiko terhadap keselamatan personel.
“Bagian kapal yang aman untuk penyelaman sudah kami sisir. Untuk lokasi yang berisiko, keselamatan penyelam tetap menjadi pertimbangan utama,” ujarnya.
Di Banjarmasin, proses identifikasi juga bergerak setelah banyak jenazah masuk dalam beberapa hari terakhir.
Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol Nur Khamid menyatakan, dari 80 jenazah yang telah diterima di RS Bhayangkara Banjarmasin, sebanyak 63 telah teridentifikasi. Sebanyak 12 identitas baru diumumkan pada 2 Oktober, terdiri atas 11 laki-laki dan satu perempuan. Masih ada 17 jenazah yang menjalani proses identifikasi.
“Dari 80 jenazah yang sudah diterima, 63 telah teridentifikasi dan 17 lainnya masih dalam proses identifikasi,” ungkapnya.
Proses itu tidak selalu sederhana. Kondisi sebagian jenazah yang mulai mengalami pembusukan membuat tim DVI lebih banyak mengandalkan pencocokan data ante-mortem dan post-mortem, termasuk DNA, rekam medis gigi, serta properti pribadi korban.
“Identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data yang tersedia agar setiap korban dapat dipastikan identitasnya secara akurat sebelum diserahkan kepada keluarga,” paparnya.
Kepastian identitas menjadi bagian penting dari penanganan karena pencarian di laut, evakuasi di Kalteng, dan proses DVI di Banjarmasin kini berjalan sebagai satu rangkaian penanganan korban.
Hingga Sabtu dini hari, 3 Oktober 2026, data operasi mencatat 243 orang dalam manifes. Sebanyak 108 orang selamat, 80 orang meninggal dunia, dan 55 orang masih dalam pencarian. Dengan demikian, 188 orang telah ditemukan atau berhasil dievakuasi.
Di jalur hukum, perkara tenggelamnya KM Virgo Transport 8 juga memasuki tahap yang lebih serius. Mabes Polri menetapkan empat tersangka, terdiri atas nakhoda, agen PT Virgo Karya Shipping, manajer cabang, dan manajer operasional. Perkara tersebut telah dilimpahkan ke Subdit Gakkum Korpolairud Baharkam Polri. Nakhoda telah ditahan, sementara tiga tersangka lainnya dipanggil untuk pemeriksaan.
Sumber: Basarnas Banjarmasin; Polda Kalimantan Selatan; Pusdokkes Polri; data operasi SAR; data identifikasi korban; data dari lapangan.






