Sebuah keluarga di Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, masih berusaha mencari Nimin, kerabat mereka yang disebut mengikuti transmigrasi ke Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Sudah belasan tahun keluarga kehilangan kontak dengannya. Berbagai upaya telah dilakukan, tetapi hingga kini mereka mengaku belum mendapat kabar pasti mengenai keberadaan Nimin. Keluarga berharap ada warga Sampit dan sekitarnya yang mengenal Nimin atau mengetahui keberadaannya.
Menurut keterangan keluarga, Nimin merupakan adik dari ayah anggota keluarga yang kini mencarinya. Ia berasal dari Kismantoro, Wonogiri, dan disebut pindah ke wilayah Sampit pada rentang 1980-an hingga 1990-an.
Pencari merupakan anak dari kakak Nimin yang bernama Niman (keponakan Nimin), mengaku masih berusia sembilan tahun ketika terakhir kali memiliki kabar tentang Nimin. Kini, saat usianya sekitar 26 tahun, ia masih berharap bisa menemukan kembali kerabatnya tersebut.
“Sejak balik lagi ke Sampit hilang kontak dari aku umur 9 tahun sampai aku umur 26thn belum ketemu,” tulisnya dalam unggahan pencarian.
Sudah Mencari Lewat Facebook
Keluarga mengaku telah beberapa kali membagikan informasi pencarian di grup Facebook wilayah Sampit. Mereka berharap ada warga yang mengenali Nimin atau pernah mengetahui tempat tinggalnya.
Keluarga juga pernah mencoba menghubungi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kotawaringin Timur melalui WhatsApp. Namun, menurut mereka, upaya itu belum membuahkan hasil.
“Kalo lapor pencarian belum ada kak, tp pernah wa ke dukcapil kotim tp belum ada balasan lagi. Beberapa kali share ke grup fb daerah sampit belum ada titik terang,” tulis pencari dalam percakapan yang disampaikan ke Redaksi Lingkar Kalteng.
Keluarga menyebut Nimin merupakan anak bungsu dari sembilan bersaudara. Sebagian saudaranya juga mengikuti transmigrasi ke daerah lain.
Mereka turut menyebut nama Siwar, yang disebut sebagai istri Nimin dan berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah. Informasi ini diharapkan menjadi petunjuk tambahan bagi siapa pun yang mungkin mengenal keluarga tersebut.
Ada Warga yang Bersedia Membantu
Pengumuman pencarian Nimin mendapat tanggapan dari warganet. Salah satu pengguna Facebook, Kinanthy Taya, mengaku tinggal di wilayah Parenggean, Sampit.
“Klo alamatny lengkap insya alloh ketemu saya jga kalteng tinggl d parenggean sampit,” tulisnya dalam kolom komentar.
Tanggapan tersebut memberi harapan bahwa informasi pencarian dapat menjangkau orang-orang yang mengenal Nimin. Namun, hingga kini belum ada kepastian bahwa tanggapan itu telah menghasilkan petunjuk baru.
Keluarga berharap masyarakat yang mengenali Nimin, mengetahui tempat tinggalnya, atau pernah mengenal keluarganya dapat membantu memberikan informasi.
Warga yang memiliki informasi bisa mengirimkan pesan pribadi melalui akun Facebook AisFr, yang digunakan untuk menyampaikan pengumuman pencarian.
Hingga berita ini disusun berdasarkan keterangan awal keluarga, keberadaan Nimin belum diketahui secara pasti. Keluarga masih berharap ada kabar yang dapat mempertemukan mereka kembali dengan kerabat yang telah lama terputus kontak.
Redaksi menampilkan dokumentasi foto Niman, Pujut, dan Paliyem dalam dokumentasi keluarga. Menurut keterangan keluarga, mereka merupakan kakak-kakak Nimin yang kini sedang dicari keberadaannya.







