Jumlah hotspot di Kalimantan Tengah turun dalam pemantauan terbaru, tetapi data karhutla, kualitas udara, dan gangguan kesehatan masih menunjukkan tekanan yang perlu dipantau.
Kementerian Kehutanan mencatat 37 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Kalteng hingga 28 September 2026 pukul 21.00 WIB, turun dari 134 hotspot sehari sebelumnya. Secara nasional, hotspot high confidence juga turun dari 559 menjadi 365 titik.
Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit, bukan jumlah kejadian kebakaran. Karena itu, setiap indikasi tetap membutuhkan verifikasi lapangan.
Dalam akumulasi 1 Januari–28 September 2026, data yang dikutip dari BPBD Kalteng mencatat 189.824 hotspot, 4.512 kejadian karhutla, dan 14.989,41 hektare area terbakar. Angka kumulatif ini memiliki cakupan berbeda dengan pemantauan hotspot harian, sehingga tidak dapat dibandingkan secara langsung.
Tekanan juga tercermin pada kualitas udara. Pada 28 September 2026 pukul 08.28 WIB, dashboard Kelas Digital Huma Betang mencatat rata-rata ISPU Kalteng 304, kategori Berbahaya. Pada waktu yang sama, 67 dari 424 satuan pendidikan yang dipantau menerapkan pembelajaran dari rumah secara penuh karena kondisi kabut asap.
Dari sisi kesehatan, laporan Harian SIRINE Pos Komando Darurat Bencana Karhutla mencatat 91.342 kasus ISPA di Kalteng hingga 18 September 2026. Angka tersebut merupakan kasus yang tercatat dalam sistem pelaporan dan tidak otomatis berarti seluruhnya disebabkan oleh paparan asap karhutla.
Karena itu, kondisi karhutla Kalteng perlu dibaca melalui beberapa indikator sekaligus: hotspot, kejadian kebakaran, luas area terbakar, ISPU atau PM2.5, dan kasus ISPA. Masing-masing memiliki waktu pengamatan, metode, dan arti yang berbeda.
PENJELASAN DATA:
Hotspot
Indikasi anomali suhu permukaan yang ditangkap satelit. Bukan jumlah kebakaran. Satu kejadian dapat menghasilkan beberapa hotspot dan setiap indikasi perlu diverifikasi.
Kejadian Karhutla
Jumlah kebakaran yang dilaporkan atau ditangani petugas/posko. Angkanya tidak sama dengan jumlah hotspot.
Luas Area Terbakar
Luas lahan yang terbakar berdasarkan metode dan sumber data tertentu. Hasil penghitungan lapangan dan citra satelit dapat berbeda.
ISPU
Indeks yang menggambarkan kondisi kualitas udara. Nilainya dapat berubah dalam waktu singkat karena perubahan konsentrasi polutan dan kondisi cuaca.
PM2.5
Partikel udara berukuran sangat kecil yang umumnya dinyatakan dalam µg/m³. PM2.5 merupakan salah satu parameter yang dapat memengaruhi nilai ISPU.
ISPA
Jumlah kasus gangguan infeksi saluran pernapasan yang tercatat dalam sistem pelaporan pada periode tertentu. Angka ini tidak otomatis menunjukkan hubungan sebab-akibat dengan karhutla.
CATATAN:
Jangan membaca semua angka sebagai satu waktu. Hotspot harian, luas terbakar kumulatif, ISPU, dan ISPA memiliki tanggal serta periode pelaporan yang berbeda. Data diperbarui sesuai tanggal dan waktu pengamatan masing-masing.
Sumber: BPBD/Pusdalops BPBD Kalteng; Kemenhut/SiPongi; Disdik Kalteng; Dinkes Kalteng.






