Karhutla Kalteng memasuki Oktober dengan dampak yang meluas dari lapangan kebakaran ke ruang kesehatan dan kualitas udara. Data penanganan karhutla menunjukkan akumulasi kejadian terus bertambah, sementara kualitas udara di sejumlah stasiun pemantauan bergerak ke level berbahaya.
Dalam laporan hingga 6 Oktober, luas area terdampak berdasarkan laporan lapangan kabupaten/kota mencapai 17.116,39 hektare. Rincian wilayah menunjukkan Kotawaringin Timur menjadi yang terbesar dengan 3.052 hektare, disusul Kotawaringin Barat 2.534 hektare, Pulang Pisau 2.215 hektare, Seruyan 1.721 hektare, dan Kapuas 1.654 hektare.
Tekanan terhadap kesehatan juga besar. Total kasus ISPA provinsi sudah mencapai 109.813 kasus hingga 6 Oktober. Namun, angka tersebut tidak boleh dicampur dengan tabel kabupaten/kota karena publikasi terbuka yang dapat diverifikasi lengkap untuk 14 wilayah yang ditemukan masih berhenti pada kumulatif Januari–Agustus, sebanyak 77.760 kasus.
Pada sisi udara, angka ISPU 4.058 di Palangka Raya/Jekan Raya pada 6 Oktober pukul 08.00 WIB menempatkan wilayah tersebut pada kategori berbahaya. Pengukuran 6 Oktober juga menunjukkan Murung Raya 2.441, Kotawaringin Timur 1.270, Barito Selatan sekitar 1.000 pada pemantauan malam, dan Gunung Mas 835 dalam sumber yang ditemukan.
PENJELASAN DATA
Luas area terbakar adalah luas yang dilaporkan melalui laporan lapangan kabupaten/kota. Angka ini berbeda dari estimasi citra satelit; keduanya tidak boleh dicampur menjadi satu total.
ISPA adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Angka ISPA tidak otomatis berarti seluruh kasus disebabkan karhutla; sumber kesehatan sendiri mencatat perlunya validasi karena ISPA dapat dipengaruhi berbagai faktor.
ISPU adalah indeks untuk menggambarkan mutu udara berdasarkan konsentrasi polutan. Semakin tinggi nilainya, semakin buruk kualitas udara. Angka di atas 300 masuk kategori berbahaya.
CATATAN METODOLOGI
Kalimantan Tengah memiliki 13 kabupaten dan 1 kota, sehingga dataset wilayah lengkap berjumlah 14 kabupaten/kota. Rincian luas wilayah pada snapshot 6 Oktober dijumlahkan dari angka yang dibulatkan di sumber sehingga hasil penjumlahan baris menjadi 17.146,8 hektare, tidak persis sama dengan total provinsi 17.116,39 hektare. Karena itu total provinsi tidak dihitung ulang dari baris wilayah.
Rincian ISPA kabupaten/kota yang lengkap dan dapat diverifikasi terbuka dalam sumber yang ditemukan adalah kumulatif Januari–Agustus 2026. Total provinsi terbaru 109.813 kasus hingga 6 Oktober dicatat sebagai statistik provinsi terpisah. ISPU per wilayah adalah maksimum terverifikasi dari observasi yang ditemukan pada periode Juli–Oktober, bukan klaim bahwa seluruh rekaman harian setiap stasiun tersedia.






