Hyundai memperingatkan pasar Amerika Serikat dapat menghadapi peningkatan tajam kendaraan buatan China apabila Washington mengurangi hambatan masuk bagi produsen otomotif China.
CEO Hyundai Motor Jose Munoz mengatakan produsen China telah memperluas pangsa pasarnya di Eropa dengan menawarkan kendaraan yang dalam sejumlah pasar disebut berharga 30–40 persen lebih murah dibanding pesaing.
Menurut data yang dikutip Reuters, kendaraan bermerek China mencapai lebih dari 9 persen penjualan mobil baru di Uni Eropa pada semester pertama 2026. Di Inggris, pangsanya mencapai 15 persen berdasarkan data sebelumnya dari asosiasi industri setempat.
“Dampaknya akan ada, itu sudah pasti,” kata Munoz ketika membahas kemungkinan masuknya produsen China ke Amerika Serikat. Jumat, (18/9/2026).
Saat ini Amerika Serikat mengenakan tarif sekitar 100 persen terhadap kendaraan listrik China. Trump juga sebelumnya mengatakan akan membuka peluang bagi produsen China apabila mereka membangun kendaraan di Amerika Serikat.
Munoz menyebut perkembangan industri otomotif China berlangsung cepat.
“Tingkat inovasi, peningkatan kemampuan, dan teknologinya luar biasa,” ujarnya.
Perkembangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan harga kendaraan, tetapi juga teknologi kendaraan listrik, perangkat lunak, baterai, dan sistem bantuan pengemudi.
Hyundai sendiri menunda target teknologi bantuan mengemudi tingkat lanjut miliknya dari akhir 2027 menjadi akhir 2029. Untuk masa transisi, perusahaan bekerja sama dengan Nvidia untuk menghadirkan sistem bantuan mengemudi pada 2028.
Perubahan peta persaingan ini berlangsung ketika produsen China juga mempercepat ekspansi ke pasar luar negeri. Pemerintah China bahkan menerbitkan pedoman baru untuk operasi produsen otomotif di luar negeri, termasuk peringatan terhadap praktik pemotongan harga yang berlebihan. (*)







