Sebanyak tujuh pengemudi truk angkutan batu bara di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, dinyatakan positif mengandung metamfetamina atau zat stimulan utama dalam narkotika jenis sabu yang merangsang sistem saraf pusat dan dapat mengganggu konsentrasi, penilaian, serta kemampuan mengemudi.
Hasi itu berdasarkan hasil pemeriksaan urine oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Barito Timur. Ketujuh pengemudi tersebut kemudian diserahkan ke Rumah Sakit Tamiang Layang untuk menjalani rehabilitasi medis.
Temuan itu merupakan bagian dari rangkaian pemeriksaan yang dilaksanakan sejak 9 Oktober 2026. Secara keseluruhan, sebanyak 165 orang telah menjalani tes urine dalam kegiatan yang menyasar sejumlah tempat hiburan malam dan kawasan operasional angkutan batu bara.
Kapolres Barito Timur, AKBP Iqbal Sengaji melalui Kepala Satuan Reserse Narkoba, IPTU Ismail Lubis menyatakan penanganan penyalahgunaan narkotika tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga pemulihan bagi pengguna.
“Pengguna harus dipulihkan, sementara mata rantai bandar dan peredaran narkoba harus terus diberantas. Karena itu, sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat penting untuk memutus peredaran narkotika,” kata Ismail pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Pemeriksaan terhadap tujuh pengemudi tersebut berlangsung di Jalan Hauling Road Batu Bara Eks Pertamina, Desa Jaweten, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur. Lokasi itu merupakan salah satu jalur aktivitas angkutan batu bara yang menjadi sasaran pemeriksaan kepolisian.
Sementara itu, pemeriksaan di Warung Karaoke kawasan Housing Road PT Adaro Km 42, Pasar Panas, Kecamatan Benua Lima, serta Karaoke Aquees dan Karaoke Queen di Kecamatan Dusun Timur dilaporkan tidak menemukan peserta dengan hasil positif. Seluruh orang yang diperiksa di tiga lokasi hiburan tersebut dinyatakan negatif.
Ismail menjelaskan rehabilitasi menjadi bagian dari pendekatan terhadap pengguna yang terindikasi menyalahgunakan narkotika.
“Pendekatan kami bukan hanya penindakan. Bagi pengguna, langkah pemulihan melalui rehabilitasi juga menjadi bagian penting agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara sehat dan produktif,” ujarnya.
Temuan tujuh pengemudi dengan hasil urine positif menempatkan pengawasan narkotika di sektor angkutan batu bara sebagai persoalan keselamatan publik yang perlu mendapat perhatian.
Polres Barito Timur menyatakan pemeriksaan, deteksi dini, penindakan, dan rehabilitasi akan terus dilakukan. Efektivitas langkah tersebut perlu dilihat dari konsistensi pemeriksaan, tindak lanjut rehabilitasi, dan mekanisme pencegahan agar pengemudi yang tidak layak mengemudi tidak membahayakan dirinya maupun pengguna jalan lain.








