Kritik terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah tidak hanya muncul melalui pesan langsung yang diterima kreator kuliner Bobon Santoso. Kolom komentar unggahan videonya juga dipenuhi keluhan warga yang mempertanyakan respons pemerintah, pemerataan bantuan, dan solusi untuk menghentikan kebakaran yang menghasilkan asap.
Dalam tangkapan layar percakapan yang ditampilkan melalui video, Bobon menyampaikan penilaian kepada kontak yang ditampilkan sebagai Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
“Pemda Pemprov kurang peka,” tulis Bobon dalam pesan yang terlihat di video.
Kritik itu muncul bersama sejumlah pesan warga yang meminta bantuan untuk keluarga mereka. Seorang pengirim yang mengaku tinggal di kawasan Panarung, Palangka Raya, meminta alat pemurni udara atau air purifier dan susu formula untuk bayi berusia tiga bulan. Pesan lain berisi permintaan susu dan oksigen bagi keluarga yang disebut memiliki tiga anak.
Keluhan tersebut mendapat respons dari warganet yang mengaku merasakan dampak asap di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Mereka tidak hanya meminta bantuan, tetapi juga mempertanyakan mengapa penanganan yang dilakukan belum membuat sebagian warga merasa aman.
Warga mempertanyakan pemerataan bantuan
Pertanyaan lebih mendasar disampaikan Nenk Widya melalui komentar di unggahan Bobon.
“Apakah bantuan harus diminta dulu orang yg kenal pejabat pemerintah? Apakah pejabat pemerintah tidak melihat penderitaan rakyat yg terdampak bencana?” tulisnya.
Pertanyaan itu menggambarkan kekhawatiran mengenai akses bantuan; apakah warga harus memiliki hubungan atau akses kepada orang berpengaruh agar keluhannya mendapat perhatian?
Komentar serupa muncul dari Ayu Aminarsih, yang mengaku terdampak asap, memiliki balita, tetapi belum menerima bantuan.
“Trimksh bang saya juga terdampak punya balita dan tidak dapat bantuan tapi ikut merasa senang bersyukur melihat bantuan ini,” tulis Ayu.
Pernyataan Ayu tidak membuktikan bahwa bantuan pemerintah secara keseluruhan salah sasaran. Namun, pengalaman yang ia ceritakan menjadi petunjuk yang layak diperiksa; siapa yang telah menerima bantuan, kelompok mana yang belum terjangkau, dan bagaimana masyarakat mengetahui serta mengakses bantuan tersebut?
Dalam situasi darurat, informasi mengenai lokasi pembagian, persyaratan penerima, dan jalur pengaduan harus mudah dijangkau. Pemerintah juga perlu memastikan pendataan tidak membuat warga di daerah terpencil atau keluarga rentan tertinggal.
Warga Barito Selatan mempertanyakan rumah oksigen
Keluhan tidak terbatas pada Palangka Raya. Warganet bernama Yd Ita mengaku tinggal di salah satu desa di Kabupaten Barito Selatan yang terdampak asap.
Ia menuliskan kritik yang lebih keras. “Pemda pemprov bukan kurang peka. Tp tdk peka.”
Yd Ita juga mempertanyakan informasi mengenai rumah oksigen yang menurutnya pernah disebut telah tersedia dalam jumlah ratusan.
“Lah itu dmn posisinya. Sy tinggal di salah satu desa di kabupaten barito selatan tdk ada tuh rumah oksigen d desa sy pdhl desa terdampak,” tulisnya.
Ia meminta agar rumah aman asap atau rumah oksigen tersedia di desa dan wilayah terdampak, terutama daerah terpencil yang tidak memiliki puskesmas maupun dokter.
Hal ini menggambarkan keberadaan fasilitas di suatu kabupaten tidak otomatis berarti semua warga bisa menjangkaunya. Jarak, akses transportasi, informasi, serta kemampuan fasilitas melayani masyarakat dalam keadaan darurat perlu menjadi bagian dari evaluasi.
“Mereka hidup di ruangan ber-AC dari pajak rakyat”
Kritik yang lebih emosional disampaikan Nordin Rahmatullah. Ia membandingkan kondisi yang dirasakan sebagian pejabat dengan warga yang tetap harus bekerja di luar rumah.
“Jgn seperti pejabat daerah yg bilang baik baik saja, sedangkan keluar mereka hidup di ruangan ber AC dari pajak rakyat, keluar rumah masuk mobil dari pajak rakyat,” tulis Nordin.
Ia melanjutkan, “Mereka jgn kan 4 bulan, 5 tahun tidak keluar rumah mereka tetap makan, sedangkan kami yg bekerja di jalan, 1 hari saja tidak keluar rumah bukan lingkungan yg asap tapi KEPALA kami yg ber asap.”
Kritik tersebut memperlihatkan kesenjangan pengalaman yang dirasakan warga yang pekerjaannya mengharuskan mereka berada di luar ruangan.
Bagi sebagian pekerja, tidak bekerja sehari saja dapat berarti kehilangan pendapatan. Mereka tidak selalu memiliki pilihan untuk tetap berada di dalam rumah ketika kualitas udara memburuk.
Karena itu, penanganan karhutla juga perlu melihat dampak terhadap pekerja harian, pedagang kecil, pengemudi, serta kelompok lain yang penghasilannya bergantung pada aktivitas di luar ruangan.
Kepedulian Bobon mendapat apresiasi
Sejumlah warganet mengapresiasi langkah Bobon yang memperlihatkan keluhan masyarakat kepada pihak yang memiliki akses ke pemerintah pusat.
Fandi Armaz menulis bahwa ia melihat perubahan dalam kegiatan Bobon dan mempertanyakan apakah pemerintah tidak malu melihat kepedulian tersebut.
“Apa pemerintah tidak malu melihat kepedulian seorang Bobon Santoso,” tulis Fandi.
Warganet lain, Hanna Hanuuy, berharap kedatangan dan suara Bobon bersama kreator serta influencer lain dapat membawa dampak baik bagi masyarakat.
Pemerintah perlu menjawab dengan data dan tindakan
Kritik Bobon dan keluhan warganet membuka sejumlah pertanyaan yang memerlukan jawaban resmi.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan pemerintah kabupaten/kota perlu menjelaskan perkembangan penanganan karhutla, upaya mengendalikan asap, layanan kesehatan untuk warga terdampak, serta mekanisme penyaluran bantuan.
Klaim mengenai rumah oksigen juga perlu diperiksa dengan data lokasi dan kondisi operasional. Begitu pula keluhan warga yang mengaku belum menerima bantuan, termasuk keluarga yang memiliki bayi dan anak kecil.
Yang dipersoalkan warga bukan hanya ada atau tidaknya bantuan. Mereka juga mempertanyakan apakah api benar-benar dipadamkan, apakah bantuan sampai kepada yang membutuhkan, dan apakah pemerintah memahami kondisi yang mereka hadapi setiap hari.
Sumber dan Data Pendukung: Video media sosial Bobon Santoso; komentar publik pada unggahan Facebook Bobon Santoso;
Video asli dari kreator konten Bobon Santoso tidak dapat ditampilkan melalui fitur pratinjau di halaman Lingkar Kalteng. Untuk memastikan Anda tetap dapat menyaksikan tayangan lengkap dari sumber aslinya, kami membagikan tautan langsung ke unggahan di akun resmi Bobon Santoso.
Tonton video aslinya di sini: Bobon Santoso








