Kebakaran melanda kawasan permukiman di Gang Al-Muhajirin, Desa Cempaka Mulia Barat, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Minggu (25/10/2026) petang.
Kobaran api membesar dan membakar Masjid Al-Muhajirin serta sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Besarnya api terlihat hingga dari kawasan seberang sungai dan memicu kekhawatiran warga terhadap kemungkinan perambatan ke bangunan lain.
Sejumlah warga dilaporkan berupaya membantu pemadaman menggunakan peralatan seadanya sembari meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Ulil, salah seorang warga, sebelumnya meminta petugas segera datang ke lokasi kejadian.
“Kebakaran Masjid Al-Muhajirin dan rumah warga di Desa Cempaka Mulia Barat. Tolong damkar bisa datang di Kecamatan Cempaga,” kata Ulil, Minggu (25/10/2026).
Api Diduga Bermula dari Bangunan Walet
Dalam laporan awal pada malam kejadian, seorang warga bernama Dede menyebut api pertama kali membakar gedung walet sebelum merambat ke bangunan lain.
“Yang terbakar awalnya gedung walet, lalu ke masjid dan merambat ke rumah warga, saat ini api masih berkobar besar,” ujar Dede.
Informasi tersebut masih berupa keterangan warga dan belum dikonfirmasi melalui keterangan resmi petugas berwenang. Karena itu, bangunan yang pertama kali terbakar serta penyebab munculnya api belum dapat dipastikan.
Petugas Damkar Dilaporkan Tiba di Lokasi
Dalam perkembangan berikutnya, petugas pemadam kebakaran dilaporkan tiba di lokasi dan melakukan upaya pemadaman.
Seorang warga bernama Yeni membenarkan bahwa kebakaran berdampak pada masjid dan rumah warga.
“Benar, masjid dan rumah yang terbakar, sudah petugas Damkar yang ke lokasi,” terang Yeni.
Keterangan tersebut menunjukkan adanya perkembangan penanganan dibandingkan laporan awal yang menyebut warga masih berupaya memadamkan api sambil menunggu kedatangan petugas.
Hingga berita ini disusun, belum ditemukan keterangan resmi yang memastikan jumlah bangunan terdampak, total kerugian materiil, maupun ada atau tidaknya korban jiwa.
Penyebab kebakaran juga belum diketahui. Data mengenai luas kerusakan dan kondisi akhir bangunan masih memerlukan konfirmasi dari petugas pemadam kebakaran serta pihak berwenang.








